Iran Membantah! Berita Teheran Luncurkan Rudal ke Diego Garcia Diduga Bagian Operasi 'False Flag'
Malvyandie Haryadi March 22, 2026 06:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Iran membantah tegas laporan yang menyebut mereka berada di balik serangan rudal balistik ke pangkalan militer Diego Garcia di Samudra Hindia. 

Seorang pejabat senior Iran kepada Al Jazeera, Minggu (22/3/2026), menegaskan bahwa Teheran tidak bertanggung jawab dan tidak memiliki keterlibatan dalam insiden tersebut.

Bantahan ini muncul setelah laporan The Wall Street Journal yang menyebutkan bahwa dua rudal balistik jarak menengah ditembakkan ke arah pangkalan tersebut, meski tidak ada yang mengenai target. 

"Kami tidak pernah menembakkan rudal ke Diego Garcia," demikian dikutip Al Jazeera.

Laporan tersebut segera memicu spekulasi luas terkait eskalasi konflik di kawasan.

Sejauh ini, pihak Pentagon belum memberikan tanggapan resmi atas laporan tersebut. Ketidakjelasan ini semakin memperbesar ruang spekulasi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan sekutu-sekutunya.

Dalam pernyataannya, pejabat Iran tersebut menegaskan bahwa negaranya tidak pernah meluncurkan serangan ke Diego Garcia, sekaligus menyebut laporan tersebut sebagai informasi yang tidak berdasar. 

Teheran menilai narasi semacam ini berpotensi memperkeruh situasi dan menyesatkan opini publik internasional.

Pulau Diego Garcia

Pulau Diego Garcia sendiri merupakan wilayah strategis yang berada di bawah kendali Britania Raya (Inggris) dan disewakan kepada Amerika Serikat untuk kepentingan militer. 

Pulau ini menjadi bagian dari Kepulauan Chagos di Samudra Hindia dan telah lama menjadi pusat operasi militer gabungan kedua negara.

Sejak 1970-an, Diego Garcia difungsikan sebagai pangkalan militer penting yang menampung berbagai aset strategis, termasuk pesawat pengebom jarak jauh, fasilitas logistik, serta sistem pendukung operasi militer global.

Keberadaan pangkalan ini menjadikannya salah satu titik kunci dalam proyeksi kekuatan militer AS di kawasan Indo-Pasifik.

Laporan dugaan serangan menjadi sorotan karena jarak Diego Garcia dari Iran mencapai sekitar 4.000 kilometer. 

Jarak ini jauh melampaui batas jangkauan rudal yang selama ini diakui oleh Teheran, yakni sekitar 2.000 kilometer sebagaimana pernah disampaikan Menteri Luar Negeri Iran.

Dengan keterbatasan tersebut, secara teknis rudal balistik Iran saat ini belum mampu menjangkau Diego Garcia. 

Hal ini memperkuat argumen bahwa tuduhan serangan tersebut tidak hanya meragukan, tetapi juga membuka kemungkinan adanya skenario lain di balik munculnya laporan tersebut.

Operasi "False Flag"?

Sejumlah analis mulai mengaitkan insiden ini dengan kemungkinan operasi “false flag”, yakni tindakan yang dilakukan oleh suatu pihak dengan menyamar sebagai pihak lain untuk memicu konflik atau menciptakan persepsi tertentu. 

Dalam konteks ini, tuduhan terhadap Iran bisa saja merupakan bagian dari upaya membentuk narasi ancaman.

Nama Ali Larijani kembali menjadi sorotan dalam diskursus ini. Sebelum wafat, tokoh senior Iran tersebut sempat menyatakan bahwa terdapat indikasi operasi terselubung yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat untuk menyudutkan Iran di mata dunia internasional.

Menurut Larijani, operasi semacam ini berpotensi digunakan untuk menciptakan justifikasi politik maupun militer terhadap tekanan yang lebih besar kepada Teheran. Pernyataan tersebut kini kembali relevan di tengah mencuatnya isu serangan ke Diego Garcia.

Konsep false flag sendiri dalam studi hubungan internasional merujuk pada operasi rahasia yang dirancang untuk tampak seolah-olah dilakukan oleh pihak tertentu, padahal pelaku sebenarnya adalah aktor lain. Tujuannya bisa beragam, mulai dari membenarkan aksi militer hingga memengaruhi opini publik global.

Dalam hal ini, sejumlah analis independen mengatakan, kabar Iran mempunyai rudal yang mampu menjangkau Eropa akan membuat negara-negara di kawasan tersebut bergabung dengan AS dan Israel untuk melucuti kemampuan persenjataan Teheran.

Sejauh ini Eropa enggan mengikuti jejak Israel dan Amerika menyerang Iran. Bahkan Trump sempat meluapkan kekesalannya kepada NATO.

Eropa Cemas

Kekhawatiran di kawasan Eropa terkait dugaan kemampuan Iran menjangkau Diego Garcia memang mulai mencuat, meski belum dinyatakan secara resmi sebagai ancaman pasti.

Sejumlah analis pertahanan Eropa menilai bahwa jika benar rudal Iran mampu mencapai pangkalan tersebut, maka secara teoritis jarak ke kota-kota besar di Eropa seperti London atau Paris juga berada dalam jangkauan.

Namun, pernyataan resmi pemerintah Eropa, termasuk dari Britania Raya, lebih menekankan pada kekhawatiran atas eskalasi konflik dan ancaman terhadap aset militer, bukan konfirmasi kemampuan teknis Iran.

Di sisi lain, narasi bahwa Iran memiliki kemampuan menjangkau Eropa juga dipengaruhi oleh klaim dari pihak luar, termasuk Israel, yang selama ini konsisten memperingatkan ancaman rudal Teheran.

Kondisi ini membuat negara-negara Eropa cenderung mengambil posisi waspada dengan memperkuat sistem pertahanan rudal dan meninjau ulang asumsi strategis mereka.

Meski demikian, hingga kini kekhawatiran tersebut masih bersifat antisipatif dan belum didukung bukti teknis yang secara meyakinkan menunjukkan bahwa Iran mampu menjangkau target sejauh Diego Garcia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.