TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Perang kembang api pada malam takbiran Hari Raya Idulfitri di halaman Kantor Camat Kampar viral. Video beredar luas di media sosial hingga Minggu (22/3/2026).
Perang kembang api diketahui terjadi pada Jumat (20/3/2026) jelang tengah malam hingga Sabtu (21/3/2026) dini hari.
Lokasi tidak jauh dari Pasar Air Tiris.
Saling balas menembakkan kembang api itu justru terjadi di halaman kantor pemerintahan.
Halaman kantor pemerintahan yang cukup luas itu dijadikan medan perang kembang api.
Video amatir di lokasi menayangkan keriuhan suara ledakan disertai kilau yang beruntun.
Corong kembang api diarahkan horizontal ke orang lain, bukan yang mestinya ke atas.
Selain suara ledakan dan kilau, asap pun mengepul di sekitar lokasi.
Ramainya lokasi sampai menyebabkan Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang tertutup oleh ribuan manusia.
"Inilah sekarang yang terjadi setiap tahun pada malam takbiran di lapangan depan Kantor Camat Kampar," tulis akun Facebook Ocu Iwan seperti dilihat Tribunpekanbaru.com, Minggu (22/3/2026).
Baca juga: Kendaraan di Tol Pekanbaru-Dumai Terpantau Lancar, Masih Ada Diskon saat Arus Balik Lebaran
Baca juga: Soal Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, KPK Sebut Bukan karena Sakit
Pemilik akun Dor Rio mengungkap penampakan itu terjadi setiap lebaran. Akibat perang kembang api itu, arus lalu lintas sempat dialihkan.
"Tradisi perang mercon setiap lebaran Idul Fitri di Pasar Air Tiris. Jalan Raya pun ikut terganggu dari Pekanbaru mau ke Sumbar terpaksa dialihkan," tulis pemilik akun.
Camat Kampar, Shendy Septian belum memberi pernyataan.
Ia belum merespons pesan meminta tanggapannya yang dikirim, Sabtu siang.
Kepala Kepolisian Sektor Kampar, AKP. Asdisyah Mursyid berharap hal serupa tidak terjadi lagi.
Ia memberi imbauan kepada masyarakat, khususnya pemuda Kecamatan Kampar, Rumbio Jaya, dan Kampar Utara.
Ia menyatakan, kegiatan itu tidak bermanfaat. Selain itu mengganggu masyarakat sekitar lokasi dan pengguna jalan.
"Hentikan kebiasaan-kebiasaan yang mudhorat ini," tegasnya, Minggu (22/3/2026). Ia meminta lebih baik menimbulkan rasa empati.
"Masih banyak saudara-saudara kita yang susah yang terdampak bencana alam," tandasnya.
Ia mengingatkan agar bereforia tidak berlebihan. Perang kembang api sebaiknya diganti dengan hal-hal positif dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri. (Fernando Sihombing)