Frustasi Gagal Nikahi Selingkuhannya, Pria ini Bunuh Istrinya di Hadapan Anak-anak
Randy P.F Hutagaol March 22, 2026 08:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang suami dilaporkan membunuh istrinya dengan gunting di depan anak-anak mereka.

Pembunuhan tersebut ia lakukan setelah sang istri menolak untuk bercerai.

Sedangkan pria tersebut ingin menikahi bibinya yang diduga sebagai selingkuhannya.

Penolakan korban berujung pembunuhan, di mana pria tersebut menusuk istrinya di hadapan anak-anak mereka.

Dilansir dari India Today, Minggu (22/3/2026) kejadian tersebut diketahui terjadi di Sambhal, Uttar Pradesh, India.

Insiden itu terjadi pada Minggu malam ketika tersangka yang diidentifikasi sebagai, Nafees tiba di rumah kontrakan istrinya, Najma.

Pertengkaran sengit terjadi antara pasangan tersebut, yang berakhir dengan Nafees menusuk Najma dengan gunting di depan anak-anak mereka.

Setelah menyerang istrinya, Nafees mencoba bunuh diri dengan melukai dirinya sendiri menggunakan gunting yang sama. 

Tetangga turun tangan setelah mendengar keributan dan mencegahnya mengakhiri hidupnya. 

Keduanya dibawa ke rumah sakit distrik Sambhal untuk mendapat perawatan.

Najma, yang bekerja sebagai pekerja buruh telah lama hidup terpisah dari suaminya. 

Dia pindah bersama keempat anaknya setelah mengetahui bahwa Nafees menjalin hubungan terlarang dengan bibinya. 

Meski pisah rumah, keduanya tidak bercerai dan kadang saling bertemu demi anak-anak mereka.

Namun belakangan ini Nafees telah menekan Najma agar menyetujui untuk bercerai.

Pria itu ingin menikahi bibinya, tetapi Najma tidak setuju untuk bercerai.

Pasangan itu telah menikah selama 15 tahun. 

Nafees mengelola toko obat di rumah kontrakan mereka.

Awalnya kehidupan pernikahan mereka berjalan dengan baik.

Tetapi ketegangan di antara mereka telah berlangsung selama dua tahun belakangan ini.

Ketegangan itu muncul karena Nafees selingkuh dan Najma tetap bekerja sambil tinggal terpisah.

Polisi tiba di lokasi kejadian segera setelah menerima informasi tentang kejahatan tersebut. 

Mereka menemukan gunting yang digunakan dalam serangan itu dan mendaftarkan kasus terhadap Nafees berdasarkan pengaduan yang diajukan keluarga.

Investigasi masih berlangsung, termasuk menanyai bibi Nafees, yang dilaporkan terlibat.

Seorang rekan kerja almarhumah menyatakan bahwa pasangan tersebut telah bertengkar selama dua tahun. 

Najma ingin tinggal bersama suaminya, tetapi suaminya menolak.

Suaminya bersikeras untuk tetap bersama bibinya. 

Rekan kerja tersebut juga menyebutkan bahwa Nafees menentang pekerjaan Najma.

Namun korban tidak memiliki pilihan lain karena mereka membutuhkan uang untuk membayar pendidikan anak-anak.

Polisi mengkonfirmasi pendaftaran kasus pembunuhan tersebut dan memastikan bahwa penyelidikan sedang berlangsung.

Autopsi terhadap korban telah selesai, dan proses hukum lebih lanjut akan menyusul seiring berlanjutnya penyelidikan.

(cr19/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.