WARTAKOTALIVECOM — Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah serangan rudal yang diluncurkan Iran menghantam sejumlah wilayah strategis Israel pada Sabtu (21/3/2026) malam.
Kota Arad menjadi salah satu titik terdampak paling parah, dengan laporan korban luka yang signifikan serta kerusakan luas di kawasan permukiman dan pusat kota.
Otoritas Israel menyebut sedikitnya 88 orang terluka akibat serangan di Arad, dengan 10 di antaranya dalam kondisi kritis.
Selain korban jiwa, dampak material juga tidak kalah besar.
Sekitar 20 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan, sebagian di antaranya akibat hantaman langsung rudal berdaya ledak tinggi.
Petugas darurat Israel mengungkapkan bahwa sistem pertahanan udara telah diaktifkan segera setelah ancaman terdeteksi.
Namun, upaya intersepsi tidak sepenuhnya berhasil.
“Interseptor sudah diluncurkan, tetapi gagal mencegat. Dua rudal dengan hulu ledak ratusan kilogram menghantam langsung,” ujar seorang petugas pemadam kebakaran, seperti dikutip media setempat.
Arad sendiri dikenal sebagai kota yang dihuni banyak ilmuwan dan insinyur yang bekerja di fasilitas nuklir di Dimona.
Keterkaitan ini menambah kekhawatiran bahwa serangan tersebut tidak sekadar menyasar wilayah sipil, melainkan juga memiliki dimensi strategis yang lebih luas.
Serangan serupa juga dilaporkan terjadi di Dimona pada malam yang sama.
Militer Israel mengonfirmasi adanya satu rudal yang menghantam langsung sebuah bangunan di kota yang terletak di kawasan Gurun Negev tersebut.
Media Israel melaporkan sedikitnya 47 orang mengalami luka-luka akibat insiden ini, meskipun tingkat kerusakan belum sepenuhnya diungkap secara rinci.
Dimona selama ini dikenal sebagai lokasi fasilitas nuklir utama Israel, menjadikannya salah satu titik paling sensitif dalam peta keamanan nasional negara tersebut.
Serangan langsung ke wilayah ini dinilai sebagai eskalasi signifikan dalam konflik yang tengah berlangsung.
Di sisi lain, televisi pemerintah Iran menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan bentuk balasan atas serangan sebelumnya yang menyasar situs nuklir Iran.
Pernyataan ini diperkuat oleh militer Iran yang menyebut bahwa intensitas serangan terhadap Israel akan meningkat setelah berakhirnya bulan Ramadan.
Situasi ini menandai babak baru dalam dinamika konflik Iran-Israel, dengan indikasi meningkatnya serangan langsung terhadap target bernilai strategis tinggi.
Para pengamat menilai, kegagalan sistem pertahanan udara Israel dalam mencegat rudal juga dapat menjadi faktor yang memperbesar risiko eskalasi di hari-hari mendatang.
Hingga kini, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa dalam insiden tersebut.
Namun, jumlah korban luka dan skala kerusakan yang terjadi menunjukkan bahwa serangan ini menjadi salah satu yang paling signifikan dalam beberapa waktu terakhir.