Sambut Kedatangan Jenazah Michael Bambang Hartono, Ribuan Karyawan PT Djarum Berkaca-kaca
Rustam Aji March 23, 2026 12:07 AM

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS – Suasana haru menyelimuti halaman GOR Djarum Jati Kudus saat iring-iringan mobil jenazah pembawa jasad Michael Bambang Hartono tiba pada Minggu (22/3/2026) pukul 20.15 WIB.

Lantunan lirih lagu rohani mengiringi langkah petugas berbaju hitam saat mendorong peti jenazah berwarna cokelat memasuki gedung, menandai penghormatan terakhir bagi salah satu tokoh bisnis paling berpengaruh di Indonesia.

Ratusan karyawan PT Djarum yang kompak mengenakan busana putih tampak berbaris rapi di sepanjang halaman GOR.

Mereka menundukkan kepala dengan khidmat saat iring-iringan melintas, sebuah bentuk penghormatan bagi sosok yang mereka anggap sebagai "bapak" sekaligus penyokong ekonomi keluarga.

Nilai Kekeluargaan yang Mendalam Bagi para karyawan, Bambang Hartono bukan sekadar pemilik perusahaan, melainkan simbol kesejahteraan.

Harti (44), seorang karyawan yang telah mengabdi selama 25 tahun, tak mampu membendung air matanya saat peti jenazah tiba.

“Saya sangat terharu dan ikut berduka. Harapan saya, Djarum yang beliau bangun bisa selalu jaya dan berkembang,” ungkap Harti dengan mata berkaca-kaca.

Baca juga: Sisi Lain Bambang Hartono: Sosok di Balik Kejayaan Bridge Indonesia Pernah Sabet Medali Asian Games

Hal senada diungkapkan Zulfan Zubaidi (36).

Meski tidak pernah bertemu secara langsung, Zulfan merasa memiliki ikatan batin yang kuat karena legasi bisnis yang dibangun mendiang telah memberi nafkah bagi puluhan ribu warga Kudus.

"Beliau adalah sosok pengusaha yang ikut serta membangun ekonomi Indonesia," tuturnya.

Pengerahan Ratusan Perwakilan Karyawan

Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja (SP) RTMM PT Djarum, Ali Muslikin, menyatakan bahwa setidaknya terdapat 500 karyawan yang dikerahkan sebagai perwakilan dari puluhan ribu pekerja Djarum di Kudus untuk menyambut jenazah.

Ali menekankan bahwa nilai inti "Satu Keluarga" yang ditanamkan mendiang sangat dirasakan oleh karyawan di tingkat bawah, baik pekerja borong maupun harian.

 “Nilai kekeluargaan di PT Djarum sangat kental. Kami semua merasa kehilangan salah satu owner terbaik kami,” ujar Ali.

Halaman GOR Djarum Jati kini dipenuhi karangan bunga dari berbagai tokoh nasional dan kolega bisnis sebagai tanda duka cita atas berpulangnya sang filantropi.

Kepulangan Bambang Hartono ke "rumah" di Kudus menjadi penutup dari perjalanan panjang sang maestro yang telah mewariskan dampak ekonomi besar bagi bangsa. (goz)

Baca juga: Perjuangan 25 Tahun, Pedagang Jalan Vihara Direlokasi Kembali Masuk Pasar Wage Purwokerto

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.