Tribunlampung.co.id, Kampar - Malam takbiran biasanya dipenuhi gema takbir dan keceriaan warga yang menyambut datangnya Hari Raya. Namun bagi keluarga Aiptu Apendra, malam itu justru menjadi kenangan terakhir yang penuh duka.
Tepat pada malam takbiran, Jumat (20/3/2026), Aiptu Apendra melakukan penertiban perang mercon di Lapangan Kantor Camat Kampar.
Namun, insiden tak terduga terjadi. Aiptu Apendra menghembuskan nafas terakhirnya, setelah sebelumnya sempat dibawa berobat. Ia sempat mengeluh sakit kepada rekan kerjanya.
Aiptu Apendra merupakan personel Polres Kampar. Aiptu Apendra meninggal dunia saat menjalankan tugas malam takbiran, Jumat (20/3/2026)
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (22/3/2026) membeberkan almarhum sempat mengeluhkan sakit.
Baca juga: Motif Pembunuhan Cucu Mpok Nori, Sempat Cekcok Sebelum Insiden Berdarah
Saat itu ia tengah melaksanakan tugas pengamanan pada malam takbiran.
Almarhum memiliki riwayat penyakit asam lambung yang diduga kambuh saat melaksanakan tugas malam takbiran tersebut
Pada hari Jumat tanggal 20 Maret 2026 sekira pukul 20.30 WIB, almarhum melakukan pengaman malam takbiran sebagai melaksanakan piket fungsi bersama personil lainya.
Pada pukul 01.00 WIB almarhum ikut melaksanakan pengamanan dan penertiban perang mercon di Lapangan Kantor Camat Kampar.
Almarhum sempat akan dibawa berobat ke Puskesmas Air Tiris dengan menggunakan sepeda motor KLX oleh BRIPKA Fitriadi.
Dikarenakan ramainya massa yang menonton perang mercon tersebut, almarhum langsung di bawa ke praktek bidan Nikma.
Sampai di sana, karena peralatan medis tak lengkap almarhum minta untuk menjemput mobil di kantor dan minta agar diantar ke Puskesmas Kampa.
Namun alat medis yang tidak memadai, almarhum di rujuk ke rumah Sakit Aulia Hospital Pekanbaru.
Pukul 02.30 WIB, almarhum sampai rumah sakit Aulia Hospital Pekanbaru dan langsung masuk ke ruang IGD, Pada Pukul 02.39 dokter jaga menerangkan bahwa pasien sudah meninggal dunia.
"Almarhum disemayamkan di rumah orangtuanya di Desa Kampa setelah selesai pelaksanaan sholat Idul Fitri dan dikebumikan di pusara Desa Tanjung Barulak," ungkap Pandra.
Dikatakan Pandra, almarhum memiliki riwayat penyakit asam lambung akut.
Almarhum meninggalkan seorang istri dan seorang anak perempuan.
Pihak Polres Kampar telah mendatangi rumah sebagai bentuk penghormatan setelan almarhum dikebumikan dalam prosesi kedinasan.