TRIBUNNEWS.COM - Hasil balapan Moto3 Brasil di Sirkuit Goiania berakhir dengan happy ending untuk pembalap Indonesia, Veda Pratama, Minggu (22/3/2026).
Sempat tercecer di luar posisi delapan besar, Veda justru bangkit di momen krusial dan nyaris merebut podium di lap-lap akhir.
Balapan berlangsung penuh drama dengan banyak insiden, red flag, hingga harus terhenti beberapa menit.
Jumlah lap yang semula dijadwalkan berlangsung 24 putaran dipangkas menjadi 19 lap saja dan hanya menyisakan lima lap saat balapan dilanjutkan.
Di tengah kekacauan tersebut, Veda Pratama tetap mampu tampil kompetitif dan menjadi salah satu pembalap yang mencuri perhatian.
Pada fase akhir, persaingan semakin intens. Veda yang sempat turun ke posisi kesembilan berhasil bangkit secara bertahap hingga masuk ke posisi enam saat dua lap tersisa.
Ia kemudian melanjutkan tren positif dengan menyalip pembalap di depannya, naik ke posisi keempat sebelum kemudian mengunci tiga besar.
Ini jadi podium pertama Veda Pratama di kelas Moto3 setelah di serie Thailand ia finis di posisi kelima.
Adapun balapan Moto3 ini dimenangi oleh Maximo Quiles yang mendapat keberuntungan menyusul crash yang dialami David Almansa.
Maximo sempat unggul empat detik sebelum balapan terhenti, namun ia tetap bisa mempertahankan posisi terdepan setelah balapan dilanjutkan.
Baca juga: Starting Grid Moto3 Brasil 2026: Veda Baris Kedua, Konsistensi Sejak Thailand Berlanjut
Sejak awal balapan, persaingan sudah berlangsung sangat ketat.
Para pembalap langsung terlibat duel sengit dengan aksi saling salip di barisan depan maupun tengah.
Ritme lomba berjalan agresif sejak lap-lap awal dengan posisi terdepan ditempati David Almansa.
Pembalap Indonesia Veda Pratama yang start dari P4 pun harus disalip oleh banyak pembalap.
Memasuki lap kedelapan, insiden besar terjadi. Joel Esteban mengalami highside dan terpental dari motornya.
Di saat yang sama, Veda Pratama yang sempat berada di posisi ketujuh harus turun ke posisi kesembilan setelah disalip Alvaro Carpe dan Guido Pini.
Memasuki 10 lap, intensitas balapan tidak menurun. Para pembalap terus saling melakukan overtake, menunjukkan persaingan yang sangat terbuka tanpa ada dominasi mutlak di rombongan depan.
Namun, drama kembali terjadi saat David Almansa yang memimpin balapan mengalami crash di tikungan empat.
Insiden ini langsung mengubah peta persaingan, karena posisi terdepan kemudian diambil alih oleh Maximo Quiles yang sebelumnya terus membayangi dengan selisih tipis.
Setelah mengambil alih pimpinan, Quiles langsung menunjukkan dominasinya.
Ia melesat menjauh hingga sempat menciptakan keunggulan lebih dari empat detik atas rombongan pembalap di belakang yang dipimpin Adrian Fernandez.
Akan tetapi, balapan kembali terganggu saat mendekati lap ke-15.
Red flag dikibarkan setelah banyak pembalap mengalami kecelakaan di tikungan empat, yang sejak awal memang menjadi titik paling berbahaya di lintasan.
Tikungan tersebut bahkan sudah memakan banyak korban sejak sesi kualifikasi sehari sebelumnya.
Race director akhirnya memutuskan untuk menghentikan sementara balapan dan melakukan evaluasi kondisi lintasan.
Setelah pertimbangan, jumlah lap dipangkas dari rencana awal 24 lap menjadi hanya 19 lap.
Dengan keputusan tersebut, balapan akan dilanjutkan dengan lima lap tersisa, dan posisi start ditentukan berdasarkan klasemen saat lap ke-14.
Setelah jeda sekitar 10 menit, balapan kembali dimulai.
Maximo Quiles tetap memimpin, namun keunggulannya kini jauh berkurang karena jarak antar pembalap kembali rapat.
Di fase krusial ini, Veda Pratama mulai menunjukkan performa impresif.
Ia berhasil naik ke posisi keenam saat memasuki dua lap terakhir, dengan jarak yang sangat tipis dengan para pesaing di sekitarnya.
Momentum Veda berlanjut hingga lap terakhir. Ia sukses melakukan manuver penting untuk merebut posisi keempat, sekaligus membuka peluang podium.
Namun, persaingan belum selesai karena Alvaro Carpe terus menekan dalam perebutan posisi tiga besar.
Veda berhasil mempertahankan posisinya dengan finis di tiga terdepan, sekaligus menjadi podium pertamanya di musim ini, khususnya di kelas Moto3.
(Tribunnews.com/Tio)