Jadi Spot Favorit Berburu Sunset, Objek Wisata Muaro Mati Agam Diserbu Pengunjung
Rezi Azwar March 23, 2026 12:27 AM

TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Objek wisata Muaro Mati di Tiku, Nagari Tiku Selatan, Kabupaten Agam, menjadi primadona bagi pemburu matahari terbenam (sunset) pada momen libur hari kedua Idul  Fitri 1447 Hijriah, Minggu (22/3/2026).

Perpaduan unik antara fenomena muara yang tenang menyerupai danau dengan latar rimbunnya pohon pinus menarik minat ribuan wisatawan untuk menghabiskan waktu senja di jalur lintas Padang–Lubuk Basung tersebut.

Pesona Muaro Mati Tiku

Muaro Mati menyuguhkan keunikan berupa aliran muara yang terperangkap sehingga membentuk bentang perairan tenang menyerupai danau.

Baca juga: Mengintip Indahnya Muaro Mati Agam, Pengunjung Disuguhkan Hamparan Rumput Hijau dan Pohon Kelapa

Keindahan lokasi ini semakin lengkap dengan rimbunnya pohon pinus dan deretan pohon kelapa yang memberikan suasana teduh.

Pantauan TribunPadang.com pada pukul 16.16 WIB, kendaraan roda dua hingga empat tampak memenuhi sisi kiri dan kanan jembatan.

Hamparan rumput hijau yang luas di sekitar muara menjadi titik favorit wisatawan untuk menggelar tikar dan piknik bersama keluarga maupun teman sejawat.

Magnet Wisatawan Luar Provinsi

WISATA MUARO MATI- Keindahan objek wisata Muaro Mati di Tiku, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Minggu (22/3/2026). Pengunjung mengaku kagum akan keindahan alam di Muaro Mati, tempatnya sejuk dan berbeda dari objek wisata lain.
WISATA MUARO MATI- Keindahan objek wisata Muaro Mati di Tiku, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Minggu (22/3/2026). Pengunjung mengaku kagum akan keindahan alam di Muaro Mati, tempatnya sejuk dan berbeda dari objek wisata lain. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Daya tarik Muaro Mati ternyata tidak hanya memikat warga lokal, tetapi juga wisatawan dari luar Sumatera Barat.

Abdi, salah seorang pengunjung asal Pekanbaru, mengaku terkesan dengan kesejukan dan keasrian udara di Nagari Tiku Selatan ini.

Baca juga: Libur Lebaran Hari Kedua, Wisatawan Mulai Padati Objek Wisata Pantai Air Manis Padang

"Saya dari Pekanbaru, kebetulan ada keluarga di Tiku jadi dibawa ke Muaro Mati. Ternyata tempat wisatanya bagus, beda dari yang lain," ucap Abdi.

Ia sengaja datang sore hari untuk mengabadikan momen pertemuan muara dengan pantai, terutama saat matahari mulai terbenam atau sunset.

Lokasi Strategis di Jalur Lintas Barat

Objek wisata ini memiliki lokasi yang sangat strategis karena berada tepat di jalan lintas Padang–Lubuk Basung.

Jika datang dari arah Kota Padang, posisinya berada tak jauh setelah SMAN 1 Tanjung Mutiara.

Baca juga: Ladu, Kue Lebaran Khas Tiku Kabupaten Agam yang Keras di Luar tapi Renyah saat Dalam Mulut

Hanya beberapa ratus meter dari jalan utama, pengunjung akan menemukan jembatan di sebelah kiri yang menjadi akses masuk kendaraan menuju area wisata.

Akses yang mudah membuat objek wisata Muaro Mati menjadi pilihan praktis bagi pemudik yang tengah melintas maupun warga lokal.

Berawal dari Inisiatif Pemuda Setempat

Kepopuleran Muaro Mati saat ini tidak terlepas dari peran aktif masyarakat sekitar.

Mikel, seorang warga setempat, menceritakan bahwa dulunya kawasan ini hanyalah muara biasa yang tidak memiliki aktivitas wisata.

Baca juga: 10 Destinasi Wisata di Padang saat Libur Lebaran 2026, Religi, Santai hingga Edukasi

Namun, berkat inisiatif para pemuda setempat yang membersihkan dan menata area tersebut, Muaro Mati bertransformasi menjadi destinasi yang menjanjikan.

"Awalnya muara biasa, belum seperti ini. Kalau sekarang sudah ramai, apalagi saat Lebaran," pungkas Mikel.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.