Iran Ancam Tutup Total Selat Hormuz Jika AS Serang Pembangkit Listrik Teheran
Ansari Hasyim March 23, 2026 01:03 AM

SERAMBINEWS.COM – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Iran melontarkan ancaman serius: Selat Hormuz—jalur vital perdagangan minyak dunia—akan ditutup sepenuhnya jika Amerika Serikat benar-benar menyerang fasilitas pembangkit listrik di Teheran.

Peringatan keras ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap Iran apabila negara tersebut tidak membuka akses Selat Hormuz pada Senin.

Menanggapi ancaman itu, juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, menegaskan bahwa Iran selama ini masih mengendalikan situasi di perairan strategis tersebut.

“Kami telah berulang kali menyatakan bahwa Selat Hormuz hanya ditutup bagi musuh dan lalu lintas berbahaya,” ujar Zolfaghari dalam siaran televisi pemerintah.

Ia menambahkan, hingga saat ini selat tersebut belum ditutup sepenuhnya dan masih mengizinkan kapal-kapal yang dianggap tidak berbahaya melintas, dengan pengawasan ketat demi menjaga kepentingan nasional Iran.

Namun, situasi bisa berubah drastis.

Zolfaghari memperingatkan, jika Amerika Serikat benar-benar menyerang pembangkit listrik Iran, maka Teheran akan mengambil langkah balasan yang tegas dan langsung:

  • Selat Hormuz akan ditutup total dan tidak akan dibuka kembali sampai fasilitas energi Iran yang rusak selesai dibangun ulang.
  • Seluruh infrastruktur energi dan teknologi informasi milik Israel akan menjadi target utama.
    Perusahaan-perusahaan di kawasan yang memiliki keterkaitan saham dengan Amerika Serikat terancam “dihancurkan sepenuhnya”.
  • Pembangkit listrik di negara-negara yang menjadi basis militer AS juga akan dianggap sebagai target sah.                   
  • Ancaman ini memicu kekhawatiran global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia untuk distribusi minyak. Penutupan selat tersebut berpotensi mengguncang pasar energi internasional dan memperburuk konflik yang sudah memanas antara Washington dan Teheran.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi lanjutan dari pihak Amerika Serikat terkait ultimatum terbaru Iran tersebut. Namun, situasi ini diperkirakan akan terus berkembang dan menjadi sorotan dunia dalam beberapa hari ke depan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.