Cucu Mpok Nori Tewas Dibunuh Suami Siri Usai Ditalak dan Pisah Rumah, Aksi Pelaku Terekam CCTV
Faisal Zamzami March 23, 2026 01:03 AM

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA — Kabar duka datang dari keluarga Mpok Nori. Cucu beliau, Dewhinta Anggary (37), ditemukan meninggal dunia di kamar kontrakannya yang berada di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, pada Sabtu dini hari (21/3/2026).

Peristiwa ini mengejutkan keluarga dan warga sekitar.

Kakak korban, Dian Puspitasari (40), mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, Dewhinta telah berpisah dari suami sirinya, RFTJ alias FD (42), yang merupakan warga negara asing asal Irak.

Menurut Dian, hubungan keduanya memang telah berakhir secara tidak resmi setelah adanya talak secara lisan.

Ia mengira pria tersebut telah pergi jauh, namun ternyata masih berada di sekitar tempat tinggal korban.

“Dikiranya sudah pergi, ternyata malah tinggal di kontrakan yang lokasinya tidak jauh,” ujar Dian saat ditemui, Minggu (22/3).

Diketahui, Dewhinta dan FD menikah secara siri sejak 2019.

Mereka sempat tinggal di wilayah Puncak, Bogor, sebelum akhirnya menetap di Cipayung. Pertemuan keduanya bermula saat Dewhinta bekerja di luar negeri.

Selama menjalani rumah tangga, keluarga tidak mengetahui adanya kekerasan fisik.

Namun, hubungan keduanya disebut mulai berubah, terutama setelah Dewhinta aktif bekerja dan memiliki banyak aktivitas di luar rumah. Hal ini diduga memicu kecemburuan dari pihak suami.

“Sejak kerja, dia jadi punya banyak teman dan kegiatan. Mungkin dari situ muncul rasa cemburu,” kata Dian.

Baca juga: CCTV Ungkap Detik-detik Cucu Mpok Nori Dibunuh Mantan Suami Siri, Pelaku Sempat Pantau Korban

Selain itu, Dewhinta juga disebut pernah mengalami masa sulit dalam pernikahannya, termasuk keguguran hingga tiga kali. Dalam kondisi tersebut, sang suami dinilai kurang memberikan dukungan.

Karakter komunikasi FD juga disebut cenderung keras dan kerap berbicara dengan nada tinggi. Berdasarkan keterangan saksi, pertengkaran antara keduanya cukup sering terjadi.

Meski sudah tidak tinggal bersama, hubungan keduanya masih belum sepenuhnya berakhir karena pihak pria disebut tidak ingin berpisah.

Sementara itu, aparat kepolisian telah mengamankan FD setelah sebelumnya sempat melarikan diri.

Ia ditangkap saat berada di luar wilayah Jakarta setelah dilakukan penelusuran oleh tim gabungan dari kepolisian.

Kasus ini kini masih dalam penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap secara pasti motif serta kronologi kejadian.

 

CCTV Ungkap Detik-detik Pembunuhan

Rekaman kamera pengawas (CCTV) mengungkap detik-detik sebelum terjadinya pembunuhan terhadap Dewhinta Anggary (37), cucu dari seniman legendaris Betawi, Mpok Nori.

Peristiwa tragis ini terjadi di sebuah kontrakan di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, pada Sabtu (21/3/2026) dini hari.

Berdasarkan rekaman CCTV, tersangka berinisial RFTJ alias FD (49), yang merupakan mantan suami korban, terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi sebelum kejadian.

Ia diduga sengaja memantau situasi sebelum melancarkan aksinya.

Kakak korban, Dian Puspitasari (40), mengungkapkan bahwa pelaku sempat bolak-balik menggunakan sepeda motor pada Kamis (19/3/2026) malam hingga dini hari kejadian.

“Tersangka sempat memantau, lalu kembali sekitar lewat tengah malam dengan membawa karpet, gagang pacul, dan lakban,” ujarnya.

Dalam rekaman CCTV, pelaku terlihat datang sekitar pukul 00.03 WIB dengan membawa senjata tajam, lalu keluar beberapa menit kemudian sekitar pukul 00.09 WIB dengan penampilan berbeda.

 
“Saat keluar, bajunya sudah berbeda,” tambah Dian.

Baca juga: Mayat Laki-laki Dalam Koper di Brebes, Dibunuh dan Dimutilasi Seusai Tagih Utang, Pelaku Ditangkap

Selain itu, polisi menemukan sejumlah barang bukti di kontrakan pelaku, termasuk pakaian berlumuran darah, karpet, dan gagang cangkul yang diduga digunakan dalam aksi tersebut.

Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di atas kasur dengan luka sayatan di bagian leher serta luka di kepala.

Penemuan jasad bermula saat ibu dan adik korban datang ke rumah dan mencoba membangunkannya.

Karena tidak ada respons, adik korban masuk melalui jendela dan mendapati korban telah tewas bersimbah darah.

Dari keterangan saksi, hubungan korban dengan pelaku diketahui tidak harmonis.

Meski telah berpisah tempat tinggal, keduanya kerap terlibat pertengkaran karena pelaku tidak ingin berpisah.

Polisi juga mengungkap bahwa pada Jumat (20/3/2026) malam, keduanya sempat terlibat cekcok sebelum kejadian. Hal ini semakin memperkuat dugaan motif pembunuhan.

Setelah melakukan penyelidikan dan analisis rekaman CCTV, polisi melacak keberadaan pelaku yang sempat berada di kawasan Puncak, Bogor.

Pelaku diduga hendak melarikan diri melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Namun, pelarian tersebut berhasil digagalkan.

Pelaku ditangkap di ruas tol menuju Merak pada hari yang sama, Sabtu (21/3/2026), sebelum sempat meninggalkan wilayah tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Cipayung, Iptu Edi Handoko, menyatakan bahwa pelaku merupakan warga negara asing dan belum fasih berbahasa Indonesia.

Saat ini, pelaku telah diamankan di Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak keluarga korban berharap pelaku mendapatkan hukuman seadil-adilnya sesuai dengan hukum yang berlaku.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan kepolisian guna mengungkap secara menyeluruh motif dan kronologi kejadian.

 

Baca juga: Kode Redeem FF Terbaru Resmi Rilis! Klaim Hadiah Langka dan Bundle Eksklusif Gratis Sekarang Juga!

Baca juga: Iran Ancam Hancurkan Infrastruktur Energi Jika Diserang AS-Israel

Sudah tayang di Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.