TRIBUNNEWS.COM - D (50), seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, Sumatra Barat, mengakhiri hidup saat Lebaran, Sabtu, (21/3/2026).
Korban kehilangan nyawa setelah menenggak racun rumput. Dia diduga mengalami stres karena persoalan ekonomi.
D kemudian ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB di belakang rumah kerabatnya. Dia berada dalam kondisi tak sadarkan diri.
Korban lalu dilarikan ke RSUD M. Yamin Pariaman untuk mendapat pertolongan. Lantaran kondisinya memburuk, korban dibawa RSUP M. Djamil Padang. Namun, nyawa korban tidak bisa diselamatkan.
Polisi mendapati satu tabung racun tumbuhan merek Gramoxone yang diduga diminum D di tempat kejadian perkara (TKP). Menurut keterangan keluarga dan saksi, korban diduga nekat bunuh diri lantaran impitan ekonomi menjelang Lebaran.
“Menurut keluarga, korban mengalami depresi karena masalah ekonomi. Menjelang Lebaran kebutuhan meningkat, sementara korban tidak memiliki uang,” ucap Hijrul.
Keluarga korban menerima peristiwa itu sebagai musibah. Di samping itu, keluarga korban juga menolak jenazah D diautopsi.
Pada Minggu, (22/3/2026), atau hari kedua Lebaran, terjadi pula kasus bunuh diri di tanah air.
Seorang wanita berinisial CK (33) terjatuh di lantai empat pusat perbelanjaan Plaza Medan Fair, Kota Medan, Sumatra Utara, sekitar pukul 14.00 WIB dan tewas di lokasi.
Baca juga: Kronologi Wanita Dimutilasi Suami dan Mak Comblang di Samarinda, Jasad Dibuang Saat Malam Lebaran
Korban yang merupakan warga Jalan Krakatau Medan Timur itu memakai pakaian berwarna biru gelap, celana panjang hitam, dan membawa tas berwarna putih.
Peristwa tragis itu menjadi perhatian para pengunjung yang berada di dalam pusat perbelanjaan. Suasana sempat diliputi panik saat korban ditemukan dalam kondisi tidak sadar.
Sejumlah petugas keamanan langsung mengamankan area agar tidak terjadi kerumunan.
Setelah kejadian, polisi memasang garis polisi di tempat kejadian perkara. Jasad korban sempat dievakuasi ke RS Bhayangkara Tk II Medan untuk proses penanganan lebih lanjut.
Kanit Polsek Medan Baru Iptu Fandi Setiawan berkata pihaknya sudah bertemu dengan keluarga korban untuk berkoordinasi.
“Saya lagi sama keluarganya ini,” kata Fandi dikutip dari Tribun Medan.
Fandi mengatakan pihaknya belum dapat memastikan motif korban menjatuhkan diri.
“Motif belum tahu, yang pasti bunuh dirilah,” katanya.
Menurut dia, penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap latar belakang kejadian secara menyeluruh.
Lalu, dia menyebut proses penanganan terhadap jenazah korban telah selesai dilakukan. Jenazah juga sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya.
Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.
(Tribunnews/Febri/Kompas/Dharma Harisa/Tribun Medan/Aprianto Tambunan)