TRIBUNNEWS.COM - Balapan utama MotoGP Brasil 2026 diwarnai dengan ukiran sejarah manis Aprilia lewat aksi heroik Marco Bezzecchi dan Jorge Martin yang berhasil mengunci podium ganda setelah finis 1-2, Senin (23/3/2026) dini hari WIB.
Pencapaian ini sekaligus menjadi dejavu indah yang mengulang memori manis tim pabrikan Noale di Catalunya 2023 silam.
Keberhasilan Bezzecchi dan Martin menempati dua podium teratas di tanah Brasil membangkitkan ingatan pada momen legendaris tiga tahun lalu.
Kala itu, di Sirkuit Catalunya, duo veteran Aleix Espargaro dan Maverick Vinales tampil perkasa di depan publik sendiri dengan finis 1-2 menggunakan RS-GP.
Jika dahulu Espargaro dan Vinales membuktikan keperkasaan Aprilia di daratan Eropa, kini giliran Bezzecchi dan Martin yang menegaskan dominasi Aprilia di Sirkuit Ayrton Senna.
Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan RS-GP sebagai motor paling kompetitif di lintasan baru Brasil.
Marco Bezzecchi tampil tanpa cela sejak bendera start dikibarkan. Memulai balapan dari posisi kedua (P2), Bezzecchi langsung melesat memimpin balapan.
Ketangguhannya dalam menjaga ritme menjadi senjata mematikan. Bezzecchi seolah tak tersentuh dan sukses melanjutkan tren positifnya yang selalu konsisten naik podium utama sejak seri pembuka di Thailand.
Di sisi lain, Jorge Martin membuktikan bahwa dirinya adalah jagoan bagi Aprilia. Start dari baris kedua, Martin menunjukkan kelasnya sebagai petarung.
Dengan manuver yang agresif namun taktis, ia sukses melakukan overtake krusial terhadap dua jagoan Ducati, Marc Marquez dan Fabio Di Giannantonio, yang tengah berebut posisi ketiga.
Baca juga: Hasil MotoGP Brasil 2026: Bezzecchi Menang Lagi, Marquez Gagal Podium, Martin Lengkapi Pesta Aprilia
Bagi Martin, finis di posisi kedua ini adalah peningkatan yang sangat signifikan.
Setelah sebelumnya finis di posisi keempat di Thailand dan meraih podium ketiga di sprint race Brasil, kini ia semakin dekat dengan podium tertinggi bersama pabrikan barunya.
Berbanding terbalik dengan sorak-sorai di paddock Aprilia, garasi Ducati justru diselimuti suasana kelabu
Marc Marquez yang sangat dijagokan untuk menang setelah berjaya di sesi sprint, nyatanya harus puas finis di posisi keempat.
The Baby Alien tampak kesulitan mengimbangi kecepatan RS-GP dan harus merelakan podium ketiga kepada Fabio Diggia yang tampil lebih solid di akhir lap.
Nasib sial juga menimpa juara dunia bertahan, Francesco "Pecco" Bagnaia. Ia harus mengakhiri balapan lebih awal setelah mengalami kecelakaan di pertengahan balapan.
Hasil minor ini menjadi pukulan telak bagi tim pabrikan Borgo Panigale di tengah dominasi yang mulai goyah oleh serangan masif tim Aprilia.
(Tribunnews.com/Niken)