Kecelakaan Maut di Singaraja–Gilimanuk Bali, Kardim Alami Patah Tulang Leher, Kadek Luka Robek
Putu Dewi Adi Damayanthi March 23, 2026 06:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Insiden kecelakaan terjadi di jalur Singaraja–Gilimanuk Bali. 

Seorang lansia bernama Wayan Kardim dikabarkan meninggal dunia akibat mengalami luka serius.

Insiden ini terjadi pada Sabtu 21 Maret 2026, sekitar pukul 09.45 WITA. 

Lokasinya di wilayah Banjar Dinas Pala Sari, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.

Baca juga: Kecelakaan, Pemotor Ini Meninggal Usai Hantam Pohon Di Sesetan Bali, Alami Pendarahan Hebat

Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz, saat dikonfirmasi membenarkan adanya insiden tersebut. 

Dikatakan dia, insiden ini melibatkan dua kendaraan roda dua, yakni sepeda motor Kawasaki trail DK-5129-UBO dan Honda Vario DK-6712-VH.

"Sepeda motor Honda Vario dikendarai Wayan Kardim (84). Sedangkan sepeda motor Kawasaki, dikendarai Kadek Hendrayasa (22)," ujarnya seizin Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, Minggu 22 Maret 2026.

Kecelakaan bermula saat pengendara sepeda motor Kawasaki datang dari arah barat menuju timur. 

Setibanya di lokasi kejadian, pengendara sepeda motor Honda Vario hendak menyeberang ke selatan.

"Karena jarak yang terlalu dekat, pengendara Kawasaki tidak bisa menghindar sehingga terjadi kecelakaan antara dua sepeda motor," ucapnya.

Kerasnya benturan mengakibatkan kedua pengendara sepeda motor mengalami luka-luka. 

Kardim mengalami luka serius berupa patah tulang leher dan rusuk. 

Ia sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Gerokgak II sebelum dirujuk ke RSUD Pratama Seririt. 

"Namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 11.30 Wita," ucapnya.

Sementara itu, pengendara Kawasaki, Kadek Hendrayasa mengalami luka lecet di wajah, luka robek di dagu, serta nyeri pada pergelangan tangan kanan. 

Ia sempat dirawat di Puskesmas Gerokgak II dan kemudian dirujuk ke RS Santigraha Seririt untuk penanganan lebih lanjut.

Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat melintasi jalur utama dengan intensitas kendaraan tinggi. 

"Perhatian ekstra diperlukan saat hendak menyeberang atau berpindah jalur guna menghindari kecelakaan serupa," pungkas IPTU Yohana. (mer)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.