Sadar Enggak, Manusia Ternyata Satu-satunya Spesies Berdagu
GH News March 23, 2026 08:08 AM
Jakarta -

Manusia adalah satu-satunya spesies yang mempunyai dagu. Bahkan simpanse, kerabat terdekat dengan manusia, tidak memiliki dagu.

Spesies Neanderthal, Denisovan, atau spesies manusia punah lainnya juga tidak memiliki dagu. Dagu baru ditemukan pada Homo sapiens, spesies manusia sekarang ini.

Singkatnya, dagu adalah tonjolan tulang rahang bawah. Mengapa dagu ada di sana dan bagaimana dagu berevolusi?

Hasil Evolusi yang Tak Disengaja

Jawabannya, bagian dari sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One oleh tim yang dipimpin oleh seorang antropolog biologi dari Universitas Buffalo (UB). Noreen von Cramon-Taubadel, PhD, profesor dan ketua Departemen Antropologi UB di Fakultas Seni dan Sains, mengatakan dagu berevolusi secara tidak sengaja.

"Hanya karena kita memiliki fitur unik, seperti dagu, bukan berarti fitur tersebut dibentuk oleh seleksi alam untuk meningkatkan kemampuan bertahan hidup hewan, misalnya, sebagai penopang rahang bawah untuk membantu mengurangi kekuatan saat mengunyah," kata von Cramon-Taubadel dalam laman Phys.org, dikutip Sabtu (21/3/2026).

"Dagu kemungkinan besar merupakan produk sampingan, bukan adaptasi," tambahnya.

Evolusi Dagu pada Tengkorak Manusia dan Kera

Tim tersebut berusaha menguji apakah evolusi dagu pada tengkorak kera dan manusia bersifat acak.

"Perubahan sejak nenek moyang bersama terakhir kita dengan simpanse bukanlah karena seleksi alam pada dagu itu sendiri, tetapi karena seleksi pada bagian lain dari rahang dan tengkorak," jelasnya.

Von Cramon-Taubadel dan tim risetnya menyebut dagu sebagai spandrel. Dalam dunia arsitektur, sprandel adalah panel nonstruktural yang terletak di antara pelat lantai dan bagian atas jendela pada fasad bangunan. Panel ini membantu menyembunyikan struktur lantai dan menyediakan permukaan berkelanjutan untuk fasad.

Menurut laman IFL Science, dagu muncul karena cara seleksi alam membentuk area lain dari rahang dan tengkorak kita. Jadi, meskipun dagu tidak memiliki manfaat khusus, manusia tidak akan mampu berevolusi seperti sekarang tanpa dagu.

Nikita Rosa
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.