TRIBUNNEWS.COM – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto meninjau langsung progres pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Palaksiring dan Desa Sukamaju.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan percepatan program pemerataan ekonomi berbasis desa berjalan sesuai rencana.
Dalam keterangannya, Yandri menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih merupakan instrumen strategis pemerintah dalam mendorong pemerataan ekonomi, sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pembangunan dari desa untuk mengurangi kesenjangan dan kemiskinan.
“Kopdes ini sebagai alat negara untuk pemerataan ekonomi sekaligus pemberantasan kemiskinan. Karena uangnya berputar di desa, keuntungannya tetap di desa,” ujarnya.
Kopdes Merah Putih hadir sebagai inovasi ekonomi desa dengan konsep ritel modern. Meski menawarkan layanan layaknya swalayan besar—mulai dari pupuk, sembako hingga LPG—koperasi ini memiliki tujuan berbeda dibandingkan sektor ritel konvensional.
Baca juga: Cegah Monopoli, Mendes Yandri Gandeng KPPU Kawal Kopdes Merah Putih
Menurut Yandri, Kopdes tidak hanya membuka lapangan kerja bagi masyarakat desa, tetapi juga memastikan keuntungan usaha dinikmati langsung oleh anggota koperasi.
“Kopdes Merah Putih tidak hanya menyerap tenaga kerja di desa, tetapi juga memastikan masyarakat sebagai anggota koperasi menikmati hasil usahanya,” jelasnya.
Ia juga menekankan perbedaan mendasar antara Kopdes dengan jaringan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart. Jika pada ritel konvensional keuntungan terpusat pada pemodal besar, Kopdes justru mengembalikan seluruh keuntungan kepada masyarakat desa.
“Kopdes adalah antitesis dari model ekonomi yang memusatkan kekayaan pada segelintir pihak. Di sini, 100 persen keuntungan kembali ke masyarakat desa,” tegasnya.
Dalam skema operasionalnya, minimal 20 persen dari keuntungan bersih Kopdes dialokasikan sebagai Pendapatan Asli Desa (PADes), sementara sisanya digunakan untuk pengembangan usaha serta program sosial bagi masyarakat.
Pemerintah berharap kehadiran Kopdes Merah Putih di berbagai daerah, termasuk di Bengkulu, dapat memperkuat ekonomi lokal, mengurangi ketergantungan distribusi dari kota, serta meningkatkan daya beli masyarakat di tingkat desa.
Ke depan, model Kopdes ini diharapkan dapat direplikasi secara nasional sehingga desa tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam perputaran ekonomi.
Baca juga: Prabowo Minta Rakyat Siap Hadapi Kesulitan, Ekonom Sentil MBG-Kopdes: Program Mahal Harus Dikurangi