TRIBUNSUMSEL.COM - Setelah berhasil mengalahkan Arsenal. Manchester City sukses meraih gelar Carabao Cupnya yang ke sembilan.
Manchester City berhasil menjuarai Carabao Cup musim 2025/2026 setelah mengalahkan Arsenal dengan skor 2-0 di final yang digelar di Wembley Stadium pada Minggu, 22 Maret 2026 malam WIB.
Kemenangan ini menjadi trofi ke-9 bagi The Citizens di kompetisi Piala Liga Inggris tersebut, sekaligus mendekatkan mereka pada rekor Liverpool yang saat ini memimpin dengan 10 gelar.
Selain itu, gelar juara ini juga membuat Manchester City dominan ketika sudah lolos ke final.
Dari sepuluh penampilannya di final sejauh ini, Manchester City sukses sembilan kali mengangkat trofi.
Satu-satunya kegagal Manchester City gagal juara ketika telah menembus final yakni saat menjadi runner-up pada tahun 1974 silam.
Catatan ini juga mempertegas dominasi Manchester City di ajang Carabao Cup dalam satu dekade terakhir, termasuk quattrick bersejarah (4 gelar beruntun) dari 2018 hingga 2021 di era Pep Guardiola.
Sementara bagi Arsenal, kekalahan ini membuat The Gunners harus menelan kekecewaan lagi.
Arsenal gagal mematahkan puasa gelar Carabao Cup mereka yang telah berlangsung selama 33 tahun sejak terakhir kali juara pada musim 1992/1993.
Kekalahan di final ini menambah daftar panjang kegagalan Arsenal di partai puncak kompetisi domestik tersebut.
Meski begitu, kini Arsenal masih berpeluang meraih gelar juara pada ajang lainnya. Mereka saat ini memimpin klasemen Liga Inggris dan terdepan meraih gelar juara.
Sementara di Liga Champions, tim asuhan Mikel Arteta itu berhasil lolos ke babak 8 besar dan bakal menghadapi Sporting CP di perempat final.
Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026, Saatnya Berburu Poin
Pada laga ini, Arsenal tampil agresif di babak pertama dengan pressing tinggi dan menciptakan peluang emas, termasuk tembakan Kai Havertz di menit keenam yang diikuti rebound Bukayo Saka.
Namun, babak pertama berakhir 0-0 karena kiper Manchester City solid dan Arsenal gagal memanfaatkan dominasi.
Memasuki babak kedua, Manchester City pun berusaha bangkit.
Gol pembuka dicetak oleh Nico O'Reilly pada menit ke-60, memanfaatkan blunder kiper Arsenal Kepa Arrizabalaga dari umpan silang Rayan Cherki.
Hanya empat menit kemudian, O'Reilly kembali mencetak gol keduanya melalui sundulan dari umpan silang, membuat skor menjadi 2-0.
rsenal berusaha membalas dengan peluang di menit ke-77 melalui Riccardo Calafiori dan hampir mencetak gol lewat Gabriel Jesus yang mengenai mistar. Namun, The Gunners tak mampu menembus pertahanan City hingga peluit akhir.
Nico O'Reilly menjadi bintang pertandingan dengan brace-nya, sementara City tampil klinis di babak kedua meski sempat kesulitan di awal laga.
Kemenangan ini menjadi pelipur lara bagi Manchester City setelah disingkirkan Real Madrid pada babak 16 besar Liga Champions, dan semakin mempertegas status mereka sebagai raja final turnamen domestik.
Liverpool: 10 gelar (rekor tertinggi, termasuk quattrick di era 1980-an)
Manchester City: 9 gelar (termasuk 1970, 1976, 2014, 2016, 2018, 2019, 2020, 2021, dan 2026)
Manchester United: 6 gelar
Aston Villa & Chelsea: masing-masing 5 gelar
Arsenal: 2 gelar (terakhir juara 1993)