Igor Tudor Menghilang setelah Tottenham Keok, Tanda-tanda Spurs Ganti Pelatih Lagi
Dwi Widijatmiko March 23, 2026 09:33 AM

CARLOS JASSO/AFP
Setelah kalah 0-3 dari Nottingham Forest di kandang sendiri, Minggu (22/3/2026), Tottenham Hotspur kini hanya berjarak 1 poin dari zona degradasi.

BOLASPORT.COM - Mimpi buruk terdegradasi semakin mewujud menjadi realita bagi Tottenham Hotspur menyusul kekalahan terbaru mereka.

Spurs keok lagi pada laga pekan ke-31 Liga Inggris, Minggu (22/3/2026).

Bermain di kandang sendiri, tim asuhan Igor Tudor takluk 0-3 dari Nottingham Forest.

Yang menakutkan, Tottenham benar-benar terlihat kalah kelas dari rival yang sama-sama sedang berjuang menyelamatkan diri dari ancaman degradasi.

Sebelum pertandingan, Spurs masih berada di posisi ke-16 klasemen dengan 30 poin.

Mereka unggul atas Nottingham Forest yang menempati tangga ke-17 dengan 29 angka.

Kini Forest menggeser Spurs dari peringkat 16 dengan keunggulan 2 poin.

Tottenham Hotspur hanya berjarak 1 poin dari West Ham United yang menempati titik teratas di zona maut.

Selama 2026, Tottenham tidak pernah menang di Premier League.

Mereka hanya mendapatkan 5 hasil imbang dan 8 kali kalah.

The Lilywhites mendatangkan Igor Tudor untuk menggantikan pelatih Thomas Frank pada 14 Februari lalu.

Akan tetapi, situasi Spurs malah memburuk.

Tudor tidak pernah membawa timnya menang di Liga Inggris.

Dalam 5 pertandingan, Tottenham hanya imbang sekali, kalah 4 kali, dan kebobolan 13 gol.

Isu yang menyatakan bahwa Tudor akan dipecat sudah bermunculan sejak beberapa pekan lalu.

Sekarang rumor itu berembus makin kencang dengan Tudor tidak muncul dalam jumpa pers usai pertandingan melawan Nottingham Forest.

Asisten pelatih Bruno Saltor menyatakan bahwa Tudor absen dari kewajiban berbicara kepada media karena alasan pribadi.

"Ada urusan pribadi, kepentingan keluarga, dan saya berada di sini karena ini bukan waktu yang tepat bagi dia untuk bicara," kata Saltor soal Tudor seperti dikutip dari BBC.

"Semua kesalahan kini menimpa kami, semua detail melawan kami, dan hal itu juga memengaruhi pemain."

"Anda bisa melihat seberapa keras mereka bertarung."

"Kami berada di posisi yang sulit, semua orang memahami hal itu."

"Hasil ini menyakiti kami, benar-benar sakit. Kami perlu terus berjuang karena kami peduli."

"Kami peduli pada Spurs, kami adalah keluarga dan ingin keluar dari situasi ini."

"Saya yakin 100% kalau kami bisa melewati situasi ini," pungkas Saltor.

Jika benar terdegradasi, Tottenham Hotspur akan membuat cerita besar di jagat sepak bola Inggris.

Pasalnya, Tottenham sudah sangat lama mampu bertahan di divisi teratas.

Pencinta sepak bola harus kembali ke musim 1976-1977 untuk menemukan kapan terakhir kali Spurs terdegradasi.

Saat itu dengan kompetisi masih bernama Divisi Satu, Tottenham menjadi juru kunci klasemen.

Dari 42 pertandingan, mereka hanya mendapatkan 33 angka hasil dari 12 kali menang dan 9 kali imbang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.