Gebrakan Terbaru Elon Musk: Produksi Chip Sendiri Lewat Terafab di Texas, Guncang Industri Global
Eri Ariyanto March 23, 2026 09:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Langkah berani kembali diambil oleh Elon Musk dengan mengumumkan rencana ambisius memproduksi chip secara mandiri melalui proyek bernama Terafab di Texas.

Inisiatif ini dinilai sebagai upaya strategis untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok semikonduktor global yang selama ini mendominasi industri teknologi.

Berlokasi di Texas, fasilitas Terafab disebut-sebut akan mengusung teknologi manufaktur mutakhir dengan skala produksi besar.

Langkah ini sekaligus mempertegas ekspansi vertikal bisnis Musk, yang sebelumnya telah sukses mengintegrasikan berbagai lini produksi di perusahaan-perusahaannya.

Dengan masuk ke sektor chip, Musk berpotensi menantang dominasi pemain besar seperti TSMC dan Intel.

Tak hanya untuk kebutuhan internal, chip produksi Terafab juga diproyeksikan menyasar pasar global dengan fokus pada kecerdasan buatan dan otomasi.

Analis menilai langkah ini bisa mengubah peta persaingan industri semikonduktor yang selama ini sangat kompetitif dan padat teknologi.

Jika berhasil, gebrakan ini bukan hanya memperkuat posisi Musk, tetapi juga berpotensi mengguncang ekosistem teknologi global secara menyeluruh.

Baca juga: Selat Hormuz Memanas, AS–Iran Saling Ancam, Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia, Krisis Energi Global?

Seperti diketahui, Elon Musk menyatakan bahwa SpaceX dan Tesla berencana membangun dua pabrik chip canggih di kawasan Austin, Texas, Amerika Serikat (AS).

Fasilitas ini akan digunakan untuk mendukung produksi kendaraan, robot humanoid, serta pusat data kecerdasan buatan (AI) di luar angkasa.

Rencana tersebut muncul setelah Musk sehari sebelumnya mengumumkan proyek kompleks chip AI bernama “Terafab” di Austin.

Dikutip dari Reuters, Senin (23/3/2026), Terafab akan terdiri dari dua pabrik (fab), yang masing-masing hanya memproduksi satu jenis chip.

“Terafab secara teknis akan menjadi dua pabrik, masing-masing membuat satu desain chip,” tulis Musk dalam unggahannya di platform X.

Pendiri dan juga CEO Tesla, Elon Musk. (Odd ANDERSEN / AFP)

Sebelumnya, orang terkaya di dunia itu pernah menyebut bahwa Tesla perlu membangun pabrik chip AI sendiri. Namun, keterlibatan SpaceX dalam proyek ini baru diungkapkan sekarang.

SpaceX sendiri tengah bersiap untuk melantai di bursa, dengan valuasi yang diperkirakan mencapai sekitar 1,75 triliun dollar AS, setelah merger dengan perusahaan media sosial dan AI milik Musk, xAI.

Dalam presentasi di Austin pada Sabtu (21/3/2026), Elon Musk menegaskan bahwa pembangunan Terafab menjadi kebutuhan mendesak. “Kami harus membangun Terafab, atau kami tidak akan memiliki chip,” ujarnya.

Ia menilai kapasitas produksi chip global saat ini hanya mampu memenuhi sebagian kecil kebutuhan masa depan perusahaan-perusahaannya.

Meski demikian, Elon Musk belum mengungkapkan jadwal pasti realisasi proyek tersebut. Ia dikenal kerap mengumumkan proyek ambisius, meski beberapa di antaranya mengalami keterlambatan atau tidak terealisasi.

Musk juga menyampaikan apresiasi kepada para pemasok chip saat ini, seperti Samsung, TSMC, dan Micron.

Namun, ia menilai permintaan dari perusahaannya pada akhirnya akan melampaui total produksi chip global.

Menurut Musk, Terafab ditargetkan mampu menghasilkan kapasitas komputasi hingga satu terawatt per tahun.

Angka ini jauh lebih besar dibandingkan total kapasitas saat ini di Amerika Serikat yang berada di kisaran setengah terawatt.

Ia menjelaskan, salah satu chip akan digunakan untuk kendaraan Tesla dan robot humanoid Optimus, sementara chip lainnya dirancang khusus untuk satelit AI di luar angkasa.

“Kami membutuhkan chip berdaya tinggi yang dirancang untuk lingkungan luar angkasa yang lebih ekstrem,” kata Musk.

Ia menambahkan, chip tersebut harus mampu beroperasi pada suhu yang lebih tinggi.

(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.