TRIBUNNEWS.COM - Puasa Ayyamul Bidh adalah amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan oleh umat muslim.
Amalan puasa sunnah ini baik untuk dikerjakan setiap bulannya.
Dikutip dari baznas.go.id, Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada saat terang bulan.
Puasa Ayyamul Bidh diamalkan selama tiga hari berturut-turut.
Mengutip dari Buku Panduan Lengkap Ibadah Muslim oleh Ust. M Syukron Maksum, puasa Ayyamul Bidh jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan menurut kalender Islam.
Umat muslim yang melaksanakan puasa sunnah Ayyamul Bidh akan mendapatkan pahala.
Namun, jika tidak melaksanakan juga tidak menimbulkan dosa.
Menurut kalender hijriyah dari Kemenag, bulan April 2026 mendatang, akan bertepatan dengan bulan Syawal 1447 H.
Berikut Tribunnews rangkum jadwal dan bacaan niat puasa Ayyamul Bidh di bulan April 2026 atau Syawal 1447 Hijriah.
Baca juga: Hukum Menggabungkan Puasa Syawal dan Puasa Senin Kamis, Simak Keutamaan, Ketentuan dan Waktunya
Berdasarkan perhitungan kalender Islam, berikut jadwal puasa Ayyamul Bidh di bulan Syawal atau April 2026:
Baca juga: Doa Puasa Syawal, Amalan Sunnah Muakkad yang Dicontohkan Rasulullah
Nawaitu sauma ayyaamal bidh sunnatan lillaahi ta'ala.
Artinya:
"Saya berniat melakukan puasa pada hari-hari putih, sunah karena Allah ta'ala".
Baca juga: Puasa Syawal Bisa Dilaksanakan Mulai Kapan? Berikut Tata Cara dan Bacaan Niatnya
Dikutip dari Buku Panduan Lengkap Ibadah Muslim oleh Ust.M. Syukron Maksum, puasa Ayyamul Bidh memiliki berbagai keutamaan, di antaranya:
1. Puasa Ayyamul Bidh memiliki kesamaan makna dengan berpuasa sepanjang masa
Ada nilai penting dari puasa sunah tiga hari dalam sebulan, yaitu seperti berpuasa sepanjang masa.
Dengan berpuasa selama 3 hari sudah cukup mewakili nilainya yang sama dengan berpuasa sepanjang hidup kita.
Sebagaimana yang disampaikan Rasulullah SAW dalam sebuah hadist, "Puasa tiga hari setiap bulan, bagaikan puasa selama hidup (sepanjang masa)." (Mutafaq alaih).
2. Puasa mengikuti anjuran Rasulullah SAW
Rasulullah SAW menganjurkan umat muslim untuk melakukan puasa sunnah tersebut.
Dalam hadis disebutkan bahwa, anjuran ini jangan sampai ditinggalkan selama hidup.
Wasiat tersebut disampaikan oleh Rasulullah untuk dijalankan agar kita mendapatkan manfaatnya.
3. Puasa sunnah untuk mencontoh kebiasaan Rasulullah SAW
Rasulullah SAW tidak hanya menganjurkan untuk berpuasa tiga hari dalam sebulan, tetapi beliau juga menjalankannya sepanjang hidupnya.
Menurut cerita Mu'adzah al-Adawiyah ra, ia pernah bertanya pada Aisyah ra, "Apakah Rasulullah berpuasa tiga hari setiap bulan?". Jawab Aisyah, "Benar." Ia bertanya lagi, "Bulan apa saja?". Aisyah menjawab, "Tak peduli bulan yang mana saja." (HR. Muslim).
Jika kita melaksanakannya, kita telah mencontoh kebiasaan Rasulullah SAW sehari-hari yang sudah jelas baik dan bermanfaat.
Rasulullah SAW berkomitmen untuk melaksanakan puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 dan tidak pernah meninggalkan amalan ini dalam kondisi apapun.
Walaupun sedang di rumah maupun bepergian, Rasulullah senantiasa menjalankan puasa sunnah Ayyamul Bidh.
(Tribunnews.com/Oktavia WW)