BOLASPORT.COM - Sudah 3 kali kiper Kepa Arrizabalaga menjadi penyebab kegagalan klubnya memenangi final Piala Liga Inggris.
Kepa menjadi biang kerok musnahnya mimpi quadruple winner Arsenal pada Minggu (22/3/2026).
Pada kesempatan meraih trofi pertama dari kemungkinan empat, The Gunners mengalami kegagalan.
Di final Piala Liga Inggris, tim asuhan Mikel Arteta kalah 0-2 dari Man City di Stadion Wembley, London.
Kekalahan itu diawali blunder yang dilakukan Arrizabalaga.
Di menit ke-60, kiper asal Spanyol itu gagal menangkap bola umpan silang Rayan Cherki dengan sempurna.
Bola lepas dari tangannya dan disundul dengan mudah oleh Nico O'Reilly untuk membuka skor.
Hanya berselang 4 menit kemudian, O'Reilly menggandakan keunggulan Manchester City.
Usai pertandingan, Arteta mengaku tidak menyesal telah memilih Kepa sebagai kiper di starting XI alih-alih David Raya.
Sang juru taktik berargumen Arrizabalaga adalah penjaga gawang yang memang selalu diandalkannya di Piala Liga Inggris musim ini.
Kiper berusia 31 tahun itu memang selalu bermain saat Arsenal mengalahkan Port Vale, Brighton, Crystal Palace, dan Chelsea dalam perjalanan mereka ke final.
"Saya akan melakukannya lagi. Dia pantas bermain di laga ini dan fenomenal buat kami," kata Arteta soal Kepa kepada Sky Sport.
"Kesalahan adalah bagian dari sepak bola dan siapa pun dapat melakukannya."
"Apakah saya menyesal memasang dia? Saya membuat keputusan berdasarkan apa yang telah dilakukannya sepanjang musim."
"Faktanya Kepa selalu bermain di kompetisi ini dan membantu kami mencapai posisi kami sekarang. Akan tidak adil jika memilih orang lain untuk final ini."
Akan tetapi, Arteta mungkin lupa bahwa selalu ada risiko Kepa membuat kesalahan di final Piala Liga Inggris.
Sang kiper sepertinya tidak berjodoh dengan kompetisi ini.
Sebelum musim ini, Arrizabalaga sudah 2 kali membuat kesalahan di final Piala Liga Inggris yang berakibat klubnya gagal menjadi juara.
Pada edisi 2018-2019, Kepa yang ketika itu membela Chelsea membuat kekacauan saat menolak diganti dalam laga final Piala Liga Inggris melawan Man City.
Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri, ingin memasukkan Willy Caballero menjelang adu penalti.
Caballero pernah punya pengalaman menjadi pahlawan dalam adu penalti di final Piala Liga Inggris 2016.
Tetapi, Arrizabalaga menolak keluar lapangan sehingga dia dan pelatihnya sempat bersitegang sampai akhirnya Sarri mengalah.
Dalam adu penalti, Kepa bisa membuat satu penyelamatan tetapi Chelsea kalah 3-4.
Sarri belakangan menyatakan dia salah mengira Kepa mengalami cedera.
Tetapi, penjelasan itu kelihatannya hanya upaya menutupi situasi tidak bagus di Chelsea karena Arrizabalaga tetap dihukum setelah insiden tersebut.
Kemudian pada final Piala Liga Inggris 2021-2022, Kepa masih memperkuat Chelsea yang menghadapi Liverpool.
Selama 120 menit, pertandingan berakhir 0-0 sehingga harus ditentukan lewat adu penalti.
Kepa dimasukkan pada menit terakhir perpanjangan waktu dengan maksud menjadi gacoan dalam adu tendangan 11 meter.
Akan tetapi, Chelsea dibuat gigit jari karena tak sekali pun Kepa Arrizabalaga membuat penyelamatan terhadap 11 eksekusi pemain Liverpool.
Malah Kepa sendiri yang gagal sebagai penendang ke-11 Chelsea dengan tembakannya melesat ke atas gawang sehingga The Blues akhirnya kalah 10-11.