Mondar-mandir Sebelum Beraksi, Pelaku Pembunuhan Cucu Mpok Nori Datang Tengah Malam Bawa Sajam
M Syofri Kurniawan March 23, 2026 11:14 AM

 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA – Pembunuhan terjadi di Jalan Daman I, RT 08/RW 02, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (21/3/2026). 

Korban bernama Dwhinta Anggary (37) merupakan cucu seniman legendaris Betawi Mpok Nori.

Dwhinta ditemukan tewas mengenaskan dengan luka sayatan di leher.

Baca juga: Bubuk Kopi Tutupi Jejak Pembunuhan, Anak Tak Tahu Ibunya Sudah Jadi Mayat di Rumah Selama 5 Bulan

Dwhinta diduga dibunuh oleh FD (49), warga negara Irak, yang merupakan mantan suami siri korban.

Rumah kontrakan tempat tewasnya Dwhinta tampak sunyi usai peristiwa pembunuhan.

Pantauan Kompas.com di lokasi, Minggu (22/3/2026), rumah tersebut kini telah dipasangi garis polisi yang melintang di bagian pintu dan jendela.

20260322_TKP PEMBUNUHAN
TKP PEMBUNUHAN: Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan Dwintha Anggary (37) cucu komedian mpok Nori di Jalan Daman I, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (22/3/2026). (KOMPAS.com/NURPINI AULIA RAPIKA)

Suasana di sekitar lokasi terlihat sepi, tanpa aktivitas penghuni.

Di bagian luar rumah, tampak sebuah handuk berwarna merah tergantung di tali jemuran yang membentang tepat di depan jendela.

Di lantai teras, terdapat sepasang sandal, sebuah sapu, serta sejumlah barang pribadi yang tergeletak.

Dua jendela rumah terlihat dalam kondisi terbuka dengan posisi miring ke arah luar.

Sementara itu, pintu rumah tertutup rapat, menambah kesan sunyi dan mencekam di lokasi kejadian.

Dari balik garis polisi, kondisi dalam rumah menyisakan jejak kekerasan yang dialami korban.

Hal ini diungkapkan oleh kakak kandung korban, Dian Puspitasari (40), yang melihat langsung kondisi adiknya saat ditemukan.

“Posisinya sudah terlentang. Ada luka sayatan di leher, terus sama darah nempel di kasur dan jatuh ke ubin (lantai),” ungkap Dian saat ditemui Kompas.com di lokasi, Minggu (22/3/2026).

Sebelum penemuan tersebut, keluarga sempat tidak menaruh curiga meski korban tidak merespons pesan.

“Kami WA tumben enggak nyahut. Kondisi pintunya juga kan dikunci, jadi pikiran kita ya orangnya lagi pergi,” ujarnya.

Diketahui, korban ditemukan tewas setelah ibu dan adiknya mencoba mengecek kondisi korban.

Karena tidak ada respons, sang adik masuk melalui jendela yang terbuka dan mendapati korban telah meninggal dunia.

“Korban ditemukan meninggal dunia di lantai dengan kondisi di lantai dan kasur terdapat darah mengering,” ujar Kepala Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardi Marasabessy, dalam keterangannya, Sabtu.

Keduanya diketahui telah berpisah sejak awal Februari 2026.

Menurut keterangan keluarga, pelaku sempat terlihat di sekitar lokasi sehari sebelum kejadian.

Rekaman CCTV menunjukkan pelaku berlari sambil membawa karpet merah yang belakangan diketahui berisi baju FD dan gagang cangkul yang sudah berlumuran darah.

Jenazah korban sempat dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk diautopsi sebelum dimakamkan di TPU Pondok Ranggon.

Detik-detik pembunuhan terekam CCTV

Rekaman CCTV mengungkap gerak-gerik RFTJ alias FD sesaat sebelum membunuh Dwhinta pada Sabtu (21/3/2026) dini hari. 

PELAKU PEMBUNUHAN: Rekaman kamera pengawas (CCTV) memperlihatkan FD (49) pelaku pembunuhan Dwhinta Anggary (37), cucu seniman Betawi legendaris Mpok Nori, saat melintas di Jalan Daman I, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (21/3/2026). (Kompas.com/Dok. Keluarga)
PELAKU PEMBUNUHAN: Rekaman kamera pengawas (CCTV) memperlihatkan FD (49) pelaku pembunuhan Dwhinta Anggary (37), cucu seniman Betawi legendaris Mpok Nori, saat melintas di Jalan Daman I, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (21/3/2026). (Kompas.com/Dok. Keluarga) (Kompas.com)

Tersangka terlihat mondar-mandir di sekitar kontrakan korban. 

Dian Puspitasari menyebut pelaku sengaja memantau situasi sebelum melancarkan aksinya.

“Tersangka sempat bolak-balik mantau pakai motor. Nah, di atas jam dua belas itu dia balik lagi bawa karpet, gagang pacul, sama lakban,” ungkap Dian. 

Dalam rekaman CCTV, pelaku terlihat datang ke lokasi sekitar pukul 00.03 WIB dengan membawa senjata tajam.

Beberapa menit kemudian, ia keluar sekitar pukul 00.09 WIB.

“Pas keluar bajunya sudah beda,” ujar Dian.

Selain itu, pisau yang diduga digunakan untuk menyerang korban sempat disembunyikan di kontrakan pelaku sebelum akhirnya ditemukan.

Dian mengungkapkan, sebelum kejadian, warga sekitar sempat melihat pelaku dan korban terlibat cekcok, pada Kamis (19/3/2026) malam.

Saat ditemukan, korban yang akrab disapa Anggi sudah dalam kondisi tidak bernyawa di atas kasur kamar kontrakannya.

“Kami melihatnya posisinya begitu (telentang) dan ada luka sayatan di leher dan gumpalan darah di kasur dan lantai,” kata Dian.

Dian menuturkan, komunikasi terakhir dengan korban terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 21.30 WIB melalui pesan singkat.

“Nah, pas hari Jumat memang kita enggak ketemu, karena kan itu pada sibuk masing-masing mau Lebaran,” ucap dia.

Ia mengaku sempat melewati rumah korban keesokan harinya, namun tidak menaruh curiga karena kondisi rumah tampak tertutup.

Dian juga menduga korban sering dipantau oleh pelaku sebelum kejadian.

“Terakhir itu saya mau ke pasar hari Kamis, papasan sama saudara saya (Dwhinta). Ternyata dia (pelaku) ada di belakang,” ujar dia.

Atas peristiwa tersebut, pihak keluarga berharap pelaku mendapatkan hukuman setimpal.

“Kalau pelaku ya hukum seadil-adilnya saja, seberat mungkin. Tapi kita ikuti prosedur dari kepolisian saja,” kata Dian.

Penemuan bermula saat ibu dan adik korban hendak membangunkannya.

Karena tidak ada respons, sang adik mencoba masuk melalui jendela yang terbuka dan menemukan korban telah tewas bersimbah darah.

Kanit Reskrim Polsek Cipayung, Edi Handoko, mengatakan pihak kepolisian sempat melakukan pengejaran terhadap tersangka FD yang terdeteksi berada di kawasan Puncak, Bogor, usai kejadian.

“Diduga tujuannya melarikan diri. Lari ke sana lari ke sini. FD ini statusnya masih WNA. Bahasa Indonesia pun belum lancar,” ungkap Edi.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan kepolisian untuk mengungkap motif dan kronologi kejadian secara menyeluruh. (*)

 

Sumber: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/03/23/05574261/penampakan-tkp-pembunuhan-cucu-mpok-nori-oleh-mantan-suami-warga-irak?page=all#page2.

dan https://megapolitan.kompas.com/read/2026/03/22/18400701/cctv-ungkap-detik-detik-pembunuhan-cucu-mpok-nori-pelaku-pantau-korban?page=all#page2.

Baca juga: Cucu Mpok Nori Dibunuh: Mantan Suami Terekam Lari Bawa Karpet Isi Gagang Cangkul Berlumuran Darah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.