Ziarah Kubur Hari Ketiga Idulfitri 1447 H, TPU Desa Tampaure Pasangkayu Dipadati Warga
Nurhadi Hasbi March 23, 2026 12:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU – Memasuki hari ketiga Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, puluhan warga Desa Tampaure, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu, memadati Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Tampaure untuk melaksanakan ziarah kubur, Senin (23/3/2026).

Pantauan Tribun-Sulbar.com di lokasi, suasana TPU tampak ramai sejak pagi hari.

Warga datang secara bergantian, baik bersama keluarga maupun secara individu.

Mereka terlihat menyebar di area pemakaman, mendatangi pusara keluarga masing-masing.

Baca juga: H+3 Lebaran Idulfitri 1447 H, Pantai Malauwa Mamuju Masih Sepi Pengunjung

Baca juga: Niat, Keutamaan dan Tata Cara Puasa Syawal, Penyempurnaan Ibadah Setelah Ramadan

Di antara deretan makam yang tertata rapi dengan berbagai bentuk dan warna, sejumlah warga tampak khusyuk memanjatkan doa.

Ada pula yang membersihkan makam dengan menyapu daun kering, mencabut rumput liar, hingga merapikan batu nisan.

Beberapa warga bahkan membawa peralatan sederhana seperti parang dan sapu untuk membersihkan area sekitar makam.

Di bagian lain, terlihat tumpukan ranting pohon yang baru saja dipotong, menandakan adanya kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan TPU.

Pepohonan besar yang rindang di sekitar lokasi memberikan suasana teduh, meski cuaca tampak cerah.

Aktivitas warga yang lalu-lalang menambah kesan hidup di tengah kawasan pemakaman tersebut.

Tradisi Ziarah Kubur di Desa Tampaure

Kursin, salah satu warga yang ditemui di lokasi, mengatakan ziarah kubur saat Lebaran sudah menjadi tradisi turun-temurun bagi masyarakat Desa Tampaure.

“Ini sudah menjadi tradisi setiap tahun. Bukan hanya warga asli desa, tapi juga yang datang dari luar kota. Selama punya keluarga yang dimakamkan di sini, pasti menyempatkan diri untuk ziarah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejak hari pertama Idulfitri hingga hari ketiga, TPU Desa Tampaure selalu ramai dikunjungi peziarah, baik pada pagi maupun sore hari.

“Dari hari pertama sampai hari ketiga ini memang ramai terus. Ada yang datang pagi, ada juga sore hari setelah aktivitas lain selesai,” tambahnya.

Menurutnya, kegiatan ziarah kubur tidak hanya untuk mendoakan keluarga yang telah meninggal, tetapi juga menjadi momen refleksi diri dan mempererat silaturahmi antarwarga.

Selain berdoa, warga juga memanfaatkan momen tersebut untuk membersihkan area makam agar tetap terawat dan nyaman dikunjungi.

Tak hanya dilakukan saat Lebaran, tradisi ziarah kubur juga biasanya dilakukan warga menjelang bulan suci Ramadan.

Masyarakat berbondong-bondong datang untuk mendoakan keluarga sekaligus membersihkan makam sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.

Tradisi ini pun terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Desa Tampaure sebagai bagian dari nilai budaya dan keagamaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. (*)

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.