Tribunlampung.co.id, Pringsewu – Perjalanan mudik sebuah keluarga asal Pringsewu menuju Lampung Timur mendadak terhenti di tengah areal persawahan Pekon Wates, Kecamatan Gadingrejo.
Reyhan (7), bocah kelas 1 SD, mendadak demam dan lemas saat perjalanan menggunakan sepeda motor bersama orang tuanya, Senin (23/3/2026).
Beruntung, saat itu petugas Satgas Pengamanan Idul Fitri Polres Pringsewu tengah berpatroli melintas di lokasi tersebut.
Melihat ada pemudik berhenti di pinggir jalan dengan kondisi mencurigakan, petugas langsung menghampiri dan melakukan pengecekan.
Ternyata, keluarga tersebut terpaksa berhenti karena Reyhan mengalami demam dan tidak kuat melanjutkan perjalanan.
Baca juga: Polisi Bubarkan Pesta Musik Keras sampai Dini Hari di Pasar Pujodadi Pringsewu
Petugas kemudian segera mengevakuasi Reyhan dan membawanya ke Pos Pelayanan Terpadu Rest Area Gadingrejo untuk mendapatkan penanganan medis.
Setibanya di pos pelayanan, Reyhan langsung diperiksa oleh petugas kesehatan. Dari hasil pemeriksaan, Reyhan diketahui mengalami demam dan langsung diberikan obat serta diminta beristirahat hingga kondisinya membaik.
Setelah beristirahat dan kondisi tubuhnya mulai stabil, Reyhan akhirnya bisa kembali melanjutkan perjalanan mudik bersama orang tuanya menuju Lampung Timur.
Kasi Humas Polres Pringsewu, AKP Priyono, mengatakan bahwa kehadiran pos pelayanan dan patroli polisi di jalur mudik memang untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama perjalanan.
“Petugas kami yang sedang patroli melihat pemudik berhenti di pinggir jalan. Setelah dicek, anaknya mengalami demam dan lemas, sehingga langsung kami evakuasi ke pos pelayanan untuk mendapatkan pemeriksaan medis,” kata Priyono.
Ia mengimbau masyarakat agar memastikan kondisi tubuh dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan mudik, serta tidak memaksakan diri jika lelah atau sakit di perjalanan.
Priyono juga meminta masyarakat memanfaatkan pos-pos pelayanan dan pos pengamanan Idul Fitri yang telah disediakan.
Di setiap pos, tersedia berbagai layanan seperti pemeriksaan kesehatan, tempat istirahat, informasi arus lalu lintas, hingga bantuan kepolisian.
Selain itu, masyarakat juga diminta memanfaatkan layanan Polri Call Center 110 apabila mengalami hambatan atau kendala selama perjalanan mudik.
“Silakan manfaatkan layanan 110 jika mengalami kendala di perjalanan. Setiap laporan masyarakat akan kami tindak lanjuti dengan cepat,” tegasnya.
(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)