Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Minta Maaf saat Salat Ied, Akui Malu Belum Sejahterakan Rakyat
Fransisca Ellen Kumala Sari March 23, 2026 11:55 AM

- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tampak bergetar menahan tangis saat menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di hadapan ribuan warga Jawa Barat pada momen Idulfitri.

Dedi Mulyadi mengakui bahwa dirinya belum mampu memenuhi seluruh harapan masyarakat Jawa Barat dalam satu tahun masa kepemimpinannya. Suasana haru tersebut menyelimuti halaman Gedung Sate, Bandung, saat sang Gubernur berpidato usai pelaksanaan salat Idulfitri pada Sabtu (21/3/2026).

Dalam pidatonya, Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa hambatan terbesar dalam memastikan kesejahteraan merata, terutama di wilayah pedesaan, adalah alokasi keuangan yang masih sangat terbatas. Ia menyoroti berbagai masalah yang belum tuntas, mulai dari infrastruktur jalan yang rusak, irigasi yang belum memadai, hingga pelayanan kesehatan dan pendidikan yang belum optimal.

"Saya sampaikan permohonan maaf pada seluruh warga Jabar apabila ada yang meninggal tak mampu membeli kain kafan, apabila ada anak yang sekolah tak mampu beli baju dan sepatu, atau apabila masih ada rumah yang tak bisa makan karena kehabisan beras," ujarnya dengan nada suara yang dalam.

Dedi Mulyadi juga menyampaikan rasa malunya karena masih mendapati laporan warga yang sulit berobat akibat kendala BPJS serta anak-anak yang belum mendapatkan akses pendidikan yang layak. Ia menekankan filosofi kepemimpinannya melalui konsep “Kurung Cil” dan “Kentel Guru Cil”, yang berarti pemimpin sejati harus rela mengurangi waktu tidurnya demi memikirkan rakyat yang sedang kesulitan.

Terkait beban pajak dan iuran, ia menilai hal tersebut masih memberatkan masyarakat karena belum sebanding dengan tingkat kesejahteraan yang diterima. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk mendorong efisiensi anggaran daerah hingga 15 persen agar dana tersebut dapat dialokasikan bagi kepentingan rakyat kecil atau kaum mustadhafin.

Meski penuh permohonan maaf, Dedi Mulyadi tetap mengapresiasi warga Jawa Barat yang taat membayar pajak, yang terbukti mampu mendorong kenaikan pendapatan daerah hingga tiga kali lipat. Di akhir pidatonya, ia berjanji akan terus melakukan evaluasi kinerja birokrasi agar pelayanan publik semakin membaik dan negara selalu hadir di saat rakyat membutuhkan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.