TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Arus balik Lebaran di Jalur Pantura Kota Cirebon sudah terlihat dan benar-benar 'ngebut' sejak subuh.
Lonjakan kendaraan, khususnya sepeda motor, terjadi secara ekstrem dan mencapai puncaknya pada pagi hari, menandai dimulainya gelombang besar pemudik yang kembali ke arah Jakarta.
Pantauan Tribun sekira pukul 10.00 WIB di Jalur Pantura, tepatnya di Jalan Bypass Ahmad Yani, Kota Cirebon pada H+2 Lebaran, memperlihatkan arus lalu lintas ramai lancar namun didominasi sepeda motor.
Deru kendaraan terdengar nyaris tanpa jeda, dengan para pengendara melaju cukup kencang di bawah rindangnya pepohonan yang membentang di sisi jalan.
Dari dokumentasi visual yang dihimpun di lokasi, terlihat sejumlah pengendara motor melintas dalam kecepatan tinggi hingga menimbulkan efek kabur (motion blur) pada kamera.
Beberapa pengendara tampak beriringan di lajur tengah, sementara rombongan motor lain terus berdatangan dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta.
Kondisi jalan yang kering dan marka yang jelas membuat arus kendaraan tetap mengalir stabil, meski volume terus meningkat.
Bayangan pepohonan di sisi jalan bahkan menciptakan kontras antara area terang dan teduh, mempertegas dinamika pergerakan kendaraan di pagi hari.
Data yang dihimpun Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon menguatkan kondisi di lapangan tersebut.
Berdasarkan hasil traffic counting di Posko Dishub Kota Cirebon pada Senin (23/3/2026), lonjakan kendaraan sudah mulai terasa sejak pukul 06.00 WIB.
Bahkan, puncak arus terjadi pada interval pukul 07.45 hingga 08.00 WIB.
Dalam waktu hanya 15 menit, tercatat sebanyak 694 unit sepeda motor dan 70 unit mobil pribadi melintas dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta.
Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Cirebon, Indra Setiaman, membenarkan adanya peningkatan signifikan volume kendaraan pada pagi hari tersebut.
“Terjadi lonjakan arus lalu lintas sejak pagi hari, terutama didominasi kendaraan roda dua. Puncaknya ada di kisaran pukul 07.45 sampai 08.00 WIB,” ujar Indra, Senin (23/3/2026).
Ia menjelaskan, sepeda motor menjadi jenis kendaraan yang paling mendominasi di seluruh rentang waktu pengamatan, mulai dari tengah malam hingga pagi hari.
“Dari data kami, sepeda motor memang mendominasi di setiap interval waktu. Ini menunjukkan arus balik didominasi oleh pemudik pengguna roda dua,” ucapnya.
Sementara itu, kondisi berbeda terlihat pada dini hari.
Pada kisaran pukul 03.00 hingga 04.00 WIB, volume kendaraan sempat berada di titik terendah, dengan jumlah sepeda motor hanya sekitar 60 unit dalam 15 menit.
Selain itu, kendaraan angkutan umum dan angkutan barang tercatat relatif rendah sepanjang malam hingga pagi hari.
Angkutan umum baru mulai mengalami peningkatan setelah pukul 05.00 WIB, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat.
“Untuk angkutan umum dan barang relatif stabil dan tidak terlalu signifikan. Peningkatan paling terasa tetap dari kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor,” jelas dia.
Lonjakan arus sejak subuh hingga pagi hari ini menjadi indikator kuat bahwa gelombang arus balik Lebaran di wilayah Cirebon telah memasuki fase puncak.
Meski demikian, hingga siang hari, kondisi lalu lintas di Jalur Pantura masih terpantau ramai lancar.
Dishub pun mengimbau para pemudik untuk tetap berhati-hati dan menjaga kondisi fisik selama perjalanan, mengingat tingginya volume kendaraan yang terus bergerak tanpa henti di jalur utama Pantura.
(Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto)