Update Pencarian Long Boat Tenggelam di Tana Lia, Dua Korban Masih Dicari
Amiruddin March 23, 2026 12:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Memasuki hari ketiga, Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap dua korban kecelakaan kapal long boat tenggelam di Perairan Tanah Merah, Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara ( Kaltara ), Senin (23/3/2026).

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Tarakan, Dede Hariana, mengatakan operasi pencarian terus dilakukan dengan memperluas area penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

Ia menjelaskan, pencarian hari ketiga diawali dengan briefing pada pukul 06.00 WITA sebelum tim diberangkatkan menuju lokasi kejadian perkara (LKP).

“Memasuki hari ketiga, tim SAR gabungan melaksanakan pencarian dengan memperluas area sesuai rencana operasi, dengan metode penyisiran di beberapa titik koordinat yang telah ditentukan di sekitar lokasi kejadian,” ujar Dede.

Baca juga: Long Boat Tenggelam Dihantam Badai di Perairan Tana Lia Tana Tidung, 2 Orang dalam Pencarian

Diketahui, insiden tersebut terjadi pada Sabtu (21/3/2026) dini hari sekitar pukul 03.30 WITA, saat sebuah long boat yang membawa tiga orang dihantam badai di perairan tersebut.

Informasi kejadian diterima Kantor SAR Tarakan pada pukul 16.30 WITA dari pihak keluarga korban, yang kemudian segera ditindaklanjuti dengan operasi pencarian.

Dalam kejadian tersebut diketahui terdapat tiga korba yang merupakan warga Kota Tarakan.

Satu korban atas nama Mahmud (50), warga Sebengkok, berhasil selamat setelah melaporkan kejadian ke Polairud Polda Kalimantan Utara.

Sementara dua korban lainnya, yakni Sudirman (48), warga Jembatan Besi dan Olleng (49), warga Sebengkok, hingga kini masih dalam pencarian.

Pada hari ketiga ini, tim SAR gabungan melakukan penyisiran di area yang lebih luas dengan empat titik koordinat utama, yang membentang dari sekitar 3°21’44” Lintang Utara hingga 3°40’54” Lintang Utara, serta 117°30’8” hingga 117°49’11” Bujur Timur.

Lokasi kejadian sendiri berada di Perairan Tanah Merah dengan jarak tempuh sekitar 17,47 nautical mile atau kurang lebih dua jam perjalanan laut dari Kantor SAR Tarakan.

Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Kantor SAR Tarakan, Polairud Polda Kaltara, Pos AL Bunyu, KPLP Bunyu, UPP Bunyu, serta keluarga dan masyarakat setempat.

Adapun peralatan yang digunakan dalam pencarian meliputi satu unit Rescue Dimex, satu unit Rigid Inflatable Boat, satu set perlengkapan medis, serta dua unit alat komunikasi.

Dede menambahkan, kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan cerah dan tidak terdapat kendala signifikan selama proses operasi berlangsung.

“Cuaca mendukung dan tidak ada hambatan berarti, sehingga pencarian dapat dilakukan secara maksimal,” tambahnya.

Hingga saat ini, upaya pencarian terhadap dua korban masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan harapan korban segera ditemukan.

(*)

Penulis : Rismayanti 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.