TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi akan meledak pada Selasa, 24 Maret besok.
Untuk menghindari "horor" kemacetan di jalan tol, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, mengeluarkan imbauan penting bagi para pemudik yang hendak kembali ke Jabodetabek.
Pihak kepolisian menyarankan masyarakat untuk tidak pulang secara bersamaan pada tanggal puncak tersebut dan memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang telah disiapkan pemerintah.
Baca juga: Puncak Bogor Membeludak H+2 Lebaran: Volume Kendaraan Naik 35 Persen, One Way Dipercepat
Manfaatkan Waktu Luang WFA
Irjen Agus Suryonugroho menekankan bahwa penumpukan kendaraan bisa diurai jika masyarakat mau menggeser jadwal kepulangan mereka ke tanggal yang lebih landai.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya rekan-rekan kita yang saat ini berada di kampung halaman, agar supaya karena arus puncak baliknya itu tanggal 24, agar mengharapkan tidak kembali pada tanggal itu, supaya tidak terjadi penumpukan,” tutur Agus kepada wartawan, Senin (23/3/2026).
Ia menambahkan, tanggal 26 hingga 28 Maret bisa menjadi opsi terbaik bagi mereka yang memiliki fleksibilitas kerja.
“Silakan manfaatkan work from anywhere tanggal 26, 27, 28 itu masih work from anywhere. Mungkin bisa kembali di tanggal 26, tanggal 27," sambung dia.
Prediksi Dua Gelombang Arus Balik
Berdasarkan analisis mendalam Korlantas Polri, arus balik tahun ini diperkirakan akan terbagi dalam dua gelombang besar untuk memecah kepadatan:
Gelombang I: 23–24 Maret 2026
Gelombang II: 28–29 Maret 2026
Untuk mengantisipasi lonjakan yang diprediksi mencapai ratusan ribu kendaraan, Korlantas telah menyiapkan manajemen tata kelola lalu lintas yang ketat.
Skema one way lokal sudah mulai diterapkan sejak 22 Maret, dan rencananya One Way Nasional akan resmi diberlakukan pada 24 Maret besok.
"Maka dari itu kami sampaikan bahwa puncak arus mudik tertinggi tahun ini dari 270.315, tentunya Korlantas Polri dengan stakeholder atas petunjuk dari Bapak Kapolri agar dipersiapkan skenario daripada manajemen tata kelola lalu lintas," jelas Agus.
Meski volume kendaraan mulai meningkat di titik-titik krusial seperti Semarang Raya, Jabodetabek, Jawa Barat, hingga Bali, Agus memastikan kondisi sejauh ini masih dalam kendali petugas di lapangan.
"Moga-moga dengan dua tahap ini nanti bisa terurai sehingga arus balik yang di tanggal 24, nanti bisa kita kelola dengan baik," pungkasnya.