TRIBUNNEWS.COM - Ambisi Arsenal mendapatkan gelar juara Carabao Cup harus tertunda pada tahun ini.
Pasalnya Arsenal kembali menelan kekalahan dari Manchester City di final Carabao Cup yang digelar Minggu (22/3/2026) malam di Wembley.
The Gunners tak bisa berkutik saat kalah 0-2 dari Manchester City.
Kekalahan tersebut bak mengulang cerita hasil minor yang didapatkan Arsenal pada final ajang yang sama pada 2018 silam.
Saat itu Arsenal juga kalah dari Manchester City di babak final Carabao Cup edisi tahun tersebut.
Baca juga: Psywar Anyar Guardiola, Nafsu Manchester City Kejar 9 Poin Arsenal di Liga Inggris
Meski demikian, kekalahan ini memiliki imbas yang cukup besar bagi Arsenal.
Ke depannya mereka akan semakin diuji mentalitasnya untuk meraih juara.
Goncangan yang dibuat Man City di tepi jalan menuju kejayaan di Liga Inggris bagi Arsenal akan menimbulkan dampak.
Ditambah lagi, lawan-lawan Arsenal akan memiliki referensi tambahan untuk menghadapi tim asuhan Mikel Arteta nanti.
Hal tersebut merujuk kepada cara Manchester City mengatasi build up serangan Arsenal di laga final tersebut.
Saat tak memegang bola, The Citizens menerapkan taktik 4-2-4 dengan garis bertahan agak tinggi.
Uniknya, Guardiola tak meminta para pemainnya benar-benar melakukan pressing kepada seluruh pemain Arsenal yang memegang bola.
Armada Man City diberi aba-aba hanya menjaga ruang atau zona marking di depan area belakang Arsenal.
Umumnya Arsenal akan membuka serangan dari bek tengah mereka, William Saliba dan Gabriel.
Manchester City menjawab dengan menempatkan Erling Haaland, Rayan Cherki, Jeremy Doku, dan Antoine Semenyo berdiri sejajar di area depan kedua bek tengah Arsenal.
Selain itu, Rodri dan Bernardo Silva ikut naik menjaga Declan Rice yang mencoba menjemput bola.
Alhasil, tak ada ruang tersisa bagi pemain belakang Arsenal menyalurkan bola ke depan.
Mau tak mau, mereka harus melakukan umpan lambung untuk melewati lini tengah.
Hal itulah yang nampaknya belum diantisipasi Arteta.
Mereka sangat jarang memenangkan duel udara dari luncuran bola lambung tersebut.
Pada akhirnya cara itu efektif membuat Arsenal kebingungan membangun serangan.
Apesnya, taktik itu kemungkinan bakal diadopsi tim-tim lain untuk mencegah The Gunners nantinya.
Tugas Mikel Arteta untuk memecah kebuntuan anak asuhnya saat berada di situasi yang sama.
Apalagi jadwal mereka masih sangat panjang di sisa kompetisi musim ini.
Mereka masih harus berlaga di Liga Inggris, Liga Champions, dan Piala FA.
(Tribunnews.com/Guruh)