TRIBUNKALTIM.CO - Potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi di perairan Kalimantan Utara menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Malinau menjelang puncak arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah.
Peringatan dini mengenai angin kencang dan gelombang tinggi diharapkan dapat menjadi acuan bagi masyarakat yang akan kembali ke Malinau melalui jalur transportasi sungai, Senin (23/3/2026).
Kondisi alam tersebut dinilai berisiko mengganggu stabilitas perjalanan, terutama bagi armada speedboat reguler yang melayani rute jarak jauh.
Imbauan Atur Jadwal Perjalanan
Bagi masyarakat yang masih berada di luar daerah, Pemkab Malinau mengimbau agar tidak memaksakan perjalanan di saat kondisi cuaca memburuk.
Pengaturan jadwal keberangkatan lebih awal dinilai menjadi langkah yang lebih aman dibandingkan menunggu puncak arus balik yang berpotensi padat sekaligus berisiko tinggi.
Baca juga: Arus Balik Mudik Gratis Kaltara Ditutup 23 Maret, Warga Diminta Datang Lebih Awal
Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat mengurangi penumpukan penumpang di pelabuhan dan dermaga.
Melansir dari TribunKaltara.com, Wakil Bupati Malinau, Jakaria, menegaskan bahwa keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama.
“Agar mempersiapkan keberangkatan lebih awal demi keselamatan,” ujarnya.
Pemkab Malinau juga meminta seluruh pemangku kepentingan untuk memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk pelabuhan maupun dermaga.
Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh aktivitas transportasi berjalan sesuai standar keselamatan yang berlaku.
Baca juga: 2 Korban Long Boat Tenggelam di Kaltara Belum Ditemukan, SAR Perluas Pencarian
Operator jasa transportasi air diingatkan untuk tidak mengabaikan aspek keselamatan dalam operasionalnya.
Pentingnya Perlengkapan Keselamatan
Penekanan khusus diberikan kepada motoris dan pemilik armada untuk memastikan kelengkapan alat keselamatan sebelum keberangkatan.
Penggunaan life jacket secara benar oleh penumpang menjadi hal wajib yang tidak boleh diabaikan.
Selain itu, pemeriksaan rutin terhadap kondisi mesin kapal juga harus dilakukan untuk menghindari risiko gangguan teknis di tengah perjalanan.
“Terutama untuk transportasi sungai, karena dari BMKG juga mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem dan gelombang tinggi,” kata Jakaria.
Baca juga: Basarnas Tarakan Siaga SAR Khusus, Perketat Pengamanan Wisata Pantai Amal
Kepatuhan terhadap Kapasitas Muatan
Pemkab Malinau juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap kapasitas muatan yang tercantum dalam manifest perjalanan.
Over kapasitas dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama dalam kondisi cuaca buruk.
Instansi terkait diminta untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dari otoritas berwenang.
Setiap perubahan kondisi perairan harus segera disampaikan kepada masyarakat agar dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum melakukan perjalanan.
Dengan kewaspadaan dan kesiapan yang matang, diharapkan arus balik Lebaran di wilayah Malinau dapat berjalan dengan aman dan lancar tanpa insiden yang membahayakan keselamatan penumpang. (*)