Jejak pelarian RFTJ alias FD (49) sempat terlacak hingga kawasan Puncak, Bogor, sesaat setelah pembunuhan terjadi.
Polisi menduga pria yang berstatus warga negara asing itu berupaya kabur usai menghabisi nyawa istrinya, Dewhinta Anggary (37), cucu dari Mpok Nori.
Perburuan terhadap pelaku dilakukan tak lama setelah jasad korban ditemukan di dalam kamar kontrakan di Jalan Daman I, Cipayung, Jakarta Timur. Penemuan itu bermula dari kecurigaan keluarga ketika korban tak merespons panggilan.
Adik korban akhirnya masuk melalui jendela dan mendapati Anggi, sapaan korban, sudah tergeletak bersimbah darah di atas kasur.
"Kami melihatnya posisinya begitu (terlentang) dan ada luka sayatan di leher dan gumpalan darah di kasur dan lantai,” kata Dian.
Sebelum kejadian tragis itu terungkap, aktivitas mencurigakan pelaku ternyata terekam kamera pengawas. Rekaman CCTV memperlihatkan bagaimana pelaku lebih dulu mengamati situasi di sekitar lokasi kejadian.
Kakak korban, Dian Puspitasari (40), menyebut pelaku terlihat bolak-balik di sekitar kontrakan, seolah memastikan kondisi aman sebelum melancarkan aksinya.
"Tersangka sempat bolak-balik mantau pakai motor, di atas jam dua belas itu dia balik lagi bawa karpet, gagang pacul, sama lakban," kata Dian saat ditemui Kompas.com, Minggu (22/3/2026).
Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat datang sekitar pukul 00.03 WIB dengan membawa senjata tajam. Tak lama kemudian, ia keluar dari rumah korban sekitar pukul 00.09 WIB dengan penampilan berbeda.
"Pas keluar rumah, bajunya sudah beda,” ujar Dian.
Pisau yang diduga digunakan dalam pembunuhan itu sempat disembunyikan oleh pelaku di kontrakannya sebelum akhirnya ditemukan oleh pihak berwenang.
Sejumlah warga juga sempat melihat adanya pertengkaran antara pelaku dan korban beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada Kamis (19/3/2026) malam. Ketegangan tersebut diduga menjadi bagian dari rangkaian peristiwa sebelum pembunuhan terjadi.
Dian mengungkapkan, komunikasi terakhirnya dengan korban terjadi pada malam yang sama sekitar pukul 21.30 WIB melalui pesan singkat. Keesokan harinya, ia sempat melintas di depan rumah korban, namun tidak menaruh curiga karena kondisi rumah terlihat tertutup seperti biasa.
Kanit Reskrim Polsek Cipayung, Edi Handoko, menyebut pelaku sempat terdeteksi berada di wilayah Puncak usai kejadian.
"Diduga tujuannya melarikan diri, FD ini statusnya masih WNA, bahasa Indonesia belum lancar," kata Edi.
Pihak keluarga berharap pelaku mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatannya.