Cucu Mpok Nori, Dewhinta Anggary, Tewas Diduga Dibunuh Mantan Suami
M Zulkodri March 23, 2026 04:03 PM

 

BANGKAPOS.COM--Duka mendalam menyelimuti keluarga besar almarhumah Mpok Nori setelah Dewhinta Anggary, cucu dari seniman Betawi legendaris tersebut, ditemukan tewas diduga dibunuh oleh mantan suaminya sendiri.

Di mata keluarga, perempuan yang akrab disapa Anggi itu dikenal sebagai sosok baik, penurut, dan selalu berusaha menjaga perasaan orang lain.

Kakak kandung korban, Dian Puspitasari, mengenang Anggi sebagai pribadi yang murah senyum dan tidak pernah suka memperpanjang persoalan.

Bahkan saat mendapat teguran dari keluarga, Anggi disebut lebih sering merespons dengan senyuman daripada membantah.

Menurut Dian, adiknya juga memiliki kepedulian besar terhadap anak-anak, terutama para keponakan yang sangat dekat dengannya.

Sifat lembut dan penyabarnya membuat Anggi dikenal sebagai sosok yang hangat di lingkungan keluarga.

Namun di balik sikap cerianya, Anggi ternyata memendam persoalan berat dalam kehidupan pribadinya.

Ia diketahui telah berpisah dari mantan suami sirinya, FD, pada awal Februari 2026.

Setelah perpisahan itu, Anggi memilih tinggal sendiri di sebuah rumah kontrakan.

Pelaku Mengintai Korban

Meski hubungan mereka telah berakhir, bayang-bayang mantan suami disebut belum sepenuhnya hilang dari kehidupan Anggi.

Keluarga mengungkapkan bahwa FD diduga menyewa tempat tinggal di sekitar kontrakan korban untuk memantau aktivitasnya.

Dian menilai kecemburuan pelaku mulai terlihat semakin kuat sejak Anggi aktif bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Aktivitas baru itu membuat korban memiliki lebih banyak teman dan interaksi di luar rumah, sesuatu yang diduga memicu rasa cemburu berlebihan.

“Sejak adik saya kerja, temannya jadi banyak, ada aktivitas di luar dan banyak interaksi. Mungkin dia cemburu,” ujar Dian.

Ia menambahkan, selama menjalani hubungan, Anggi seolah hidup dalam tekanan karena dibatasi dalam bergaul dan berkomunikasi dengan orang lain.

Pelaku disebut memiliki sifat pencemburu dan cenderung mengontrol kehidupan korban.

Komunikasi terakhir keluarga dengan Anggi terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 21.30 WIB melalui pesan singkat.

Setelah itu, tak ada lagi kabar karena masing-masing sibuk dengan aktivitas menjelang Lebaran.

Dian juga mengaku sempat berpapasan dengan Anggi pada Kamis saat hendak pergi ke pasar.

Namun belakangan ia baru menyadari bahwa pada saat itu, pelaku diduga sedang mengikuti korban dari belakang.

Peristiwa tragis itu terungkap pada Sabtu dini hari, 21 Maret 2026.

Saat ibu dan adik korban hendak membangunkan Anggi, pintu rumah dalam keadaan terkunci dan tidak ada jawaban dari dalam.

Karena curiga, adik korban kemudian memanjat jendela yang terbuka dan mendapati Anggi sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala Subdit Resmob Polda Metro Jaya AKBP Ressa Fiardi Marasabessy membenarkan temuan di lokasi kejadian.

Korban ditemukan tergeletak di lantai, sementara di lantai dan kasur terlihat bercak darah yang sudah mengering.

“Korban ditemukan meninggal dunia di lantai dengan kondisi di lantai dan kasur terdapat darah mengering,” jelasnya.

Jenazah Dewhinta Anggary kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk keperluan autopsi sebelum akhirnya dimakamkan di TPU Pondok Ranggon.

Pihak keluarga kini menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian dan berharap pelaku mendapat hukuman setimpal atas perbuatannya.

Di tengah duka yang belum reda, keluarga juga menyayangkan beredarnya foto kondisi jenazah korban di media sosial karena dinilai menambah luka bagi orang-orang terdekat yang sedang berduka.

Tragedi yang menimpa Dewhinta Anggary menjadi pukulan berat bagi keluarga besar Mpok Nori.

Sosok Anggi yang dikenal lembut, sabar, dan penyayang kini tinggal kenangan, sementara keluarga menuntut keadilan atas kematian yang begitu memilukan itu.

(TribunTrends.com/TribunnewsBogor.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.