BANGKAPOS.COM -– Inilah sosok Taufik Bilhaki atau yang akrab disapa Bang Bill yang sebut analisis Roy Suryo Cs tak punya landasan kuat.
Taufik Bilhaki membeberkan pandangannya soal analisis Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma terkait ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Ia menegatakan analisi tersebut tidak memiliki landasan yang kuat.
Pendapat tersebut ia sampaikan melalui kanal YouTube pribadinya, Bang Bill Offside.
Bang Bill dikenal sebagai pihak yang melaporkan dugaan ijazah S2 dan S3 milik Rismon Sianipar di Universitas Yamaguchi, Jepang, yang disebut bermasalah.
Baca juga: Kediaman Tersangka Korupsi, Yaqut Cholil Ramai usai Jadi Tahanan Rumah, Mobil Mewah Keluar Masuk
Dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi, Roy Suryo, Rismon, dan dr Tifa sempat masuk dalam klaster pertama sebagai pihak yang diperiksa.
Belakangan, sikap Rismon disebut berubah. Ia kini mengakui bahwa ijazah Jokowi asli dan menyebut ada kekeliruan dalam analisis yang sebelumnya dilakukan.
Bahkan, ia telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung dengan mendatangi kediaman Jokowi di Solo, sekaligus mengajukan restorative justice.
Meski demikian, hingga kini belum ada keputusan resmi berupa SP3 dari Polda Metro Jaya.
Bang Bill menilai kesalahan Rismon setidaknya ada dua hal utama, yakni terkait penggunaan gelar akademik yang tidak tepat serta kekeliruan dalam metode analisis ijazah. Ia juga sejak awal mengaku tidak menaruh harapan pada hasil kajian ketiga tokoh tersebut.
“Siapa yang mau diharapkan? Roy Suryo? Roy Suryo dan juga Tifa itu asal-asal dia punya analisa tentang ijazahnya Pak Jokowi,” katanya, Minggu (22/3/2026).
Meski begitu, Bang Bill justru menilai Rismon sebagai pihak yang paling berani karena mau mengakui kesalahan. “Yang paling hebat dalam menganalisa ijazahnya Pak Jokowi itu adalah Rismon Sianipar yang hari ini sudah lempar handuk (menyerah atau angkat tangan), kan gitu,” ujarnya.
Ia pun menegaskan hingga saat ini tidak ada argumen yang benar-benar bisa membuktikan bahwa ijazah Jokowi palsu. “Tidak ada argumentasi yang membuat kita tercerahkan. Sampai dengan detik ini tidak ada satupun penjelasan dari Rismon, Tifa, dan Roy, yang membuat kita merasa, 'Oh, iya ya, ijazahnya Pak Jokowi palsu', itu enggak ada,” tegasnya.
Bang Bill juga meyakini bahwa kepercayaan publik terhadap isu ijazah palsu tidak signifikan.
“Kenapa aku bilang begini? Karena aku sudah ketemu dengan orang-orang yang enggak tampil di YouTube, enggak tampil di media sosial, akademisi, praktisi, orang biasa, orang apa, mereka bilang ‘Aduh, Bang, enggak masuk di akalah’, gitu,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penjelasan yang disampaikan Rismon sebelumnya juga tidak cukup meyakinkan. “Belum lagi secara personal Rismon menjelaskan tentang analisa ini, analisa itu, enggak dapat, enggak bisa menggugah. Bukan karena aku sebagai pendukung Pak Jokowi saja, kita juga rasional, malu-maluin, pertanggungjawabannya dunia akhirat loh,” ucapnya.
Taufik Bilhaki, yang akrab disapa Bang Bill, dikenal sebagai penulis esai dan pemikir populer yang banyak membahas sejarah, peradaban Islam, geopolitik, serta identitas umat Islam, khususnya dalam konteks Nusantara dan dunia modern.
Namanya dikenal luas melalui tulisan-tulisan panjang yang beredar di media sosial, blog, dan berbagai forum literasi digital, dengan gaya penulisan naratif, reflektif, dan cenderung filosofis.
Dalam banyak tulisannya, Bang Bill sering mengangkat tema besar seperti jatuh bangunnya peradaban Islam, kolonialisme dan dampaknya terhadap dunia Islam, geopolitik Timur Tengah, serta posisi dan peran Nusantara dalam peta peradaban Islam dunia.
Ia dikenal memiliki sudut pandang yang melihat sejarah bukan hanya sebagai masa lalu, tetapi sebagai kunci untuk memahami kondisi umat Islam saat ini dan merancang masa depan.
Karena itu, tulisannya sering menggabungkan sejarah, politik, strategi peradaban, dan refleksi pemikiran Islam.
Gaya penulisan Bang Bill khas: seperti bercerita, mengalir, panjang, tetapi berisi analisis dan opini yang kuat.
Ia juga sering mengkritik cara berpikir umat Islam yang dinilai terlalu sempit, terlalu normatif, dan tidak melihat persoalan dalam perspektif peradaban dan geopolitik global.
Dalam pandangannya, umat Islam harus memahami sejarah dunia, strategi politik global, dan peradaban agar tidak terus berada dalam posisi lemah.
Di kalangan pembacanya, Bang Bill dikenal sebagai esais yang membahas Islam tidak hanya dari sisi agama, tetapi juga dari sisi sejarah, politik, dan peradaban.
Secara singkat, Taufik Bilhaki (Bang Bill) dapat dipahami sebagai penulis esai dan pemikir populer yang fokus pada tema sejarah Islam, geopolitik, peradaban, dan identitas umat Islam, dengan gaya tulisan naratif-reflektif yang banyak dibaca di kalangan literasi digital, khususnya anak muda Muslim yang tertarik pada sejarah dan pemikiran peradaban.
Rismon Akui Penelitiannya Keliru
Setelah mengunjungi rumah Jokowi di Solo beberapa waktu lalu, Rismon menyatakan penelitiannya keliru dan sebagai peneliti yang independen serta bertanggung jawab, dia harus mengakui kesalahan tersebut.
"Sebagai peneliti independen dan bertanggung jawab, tidak bias, tidak ada kaitan dengan afiliasi politik apapun, maka seorang peneliti itu harus bisa menyatakan kesalahannya dan mengoreksi hasilnya sendiri, bila peneliti lain tidak mengoreksinya atau tidak mampu mengoreksinya," ungkapnya setelah bertemu Jokowi di Solo, Kamis (12/3/2026), dikutip dari YouTube iNews.
Rismon juga menegaskan lagi tindakannya ini tidak dipengaruhi oleh siapapun.
"Sebagai peneliti independen yang bebas terhadap pengaruh siapapun, ini saya garis bawahi, pengaruh siapapun, hanya berdasarkan objektivitas penelitian dan hasil temuan baru saya, saya nyatakan bahwa memang ada itu watermark dan embos," tegas Rismon.
Adapun, dalam kasus ijazah palsu Jokowi ini, Polda Metro Jaya sebelumnya telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka terkait tudingan ijazah palsu.
Para tersangka dibagi dalam dua klaster. Klaster pertama terdiri dari lima orang, yakni Eggi Sudjana, Kurnia Tri Rohyani, Damai Hari Lubis, Rustam Effendi, dan Muhammad Rizal Fadillah.
Namun, status tersangka terhadap Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis telah dicabut setelah keduanya lebih dulu mengajukan penyelesaian melalui RJ.
Sementara klaster kedua terdiri dari tiga orang, yakni Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, serta Tifauziah Tyassuma yang juga dikenal sebagai dr Tifa.
Kemudian kini Rismon juga mengajukan RJ atas kasus ijazah ini.
Adapun, saat ini berkas RJ yang diajukan Rismon itu sudah dikirimkan ke Polda Metro Jaya oleh kubu Jokowi untuk diproses.
Proses pemberkasan dilakukan setelah Jokowi sebagai pelapor menyetujui penyelesaian perkara melalui RJ.
(Surya.co.id/Tribunnews/Bangkapos.com)