Bukan Sekadar Slogan, FKUB Papua Tengah Kerahkan 60 Relawan Lintas Agama di Nabire
Marius Frisson Yewun March 23, 2026 04:28 PM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Tengah mempertegas komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan dan harmoni sosial di wilayah Bumi Cendrawasih.

Langkah konkret ini diambil dengan mengerahkan puluhan relawan untuk menjamin keamanan masyarakat di Nabire yang merupakan ibu kota provinsi.

​Ketua FKUB Papua Tengah, Ignatius Adii mengajak seluruh elemen masyarakat bersinergi menciptakan suasana yang kondusif sebab menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) bukan hanya tugas pokok aparat keamanan.

​"Kita harus jaga Papua, khususnya Nabire sebagai ibu kota agar tetap aman, supaya setiap kegiatan, baik ibadah maupun aktivitas sosial, dapat berjalan kondusif," kata Ignatius kepada awak media termasuk Tribun-Papua.com, di Nabire, Senin (23/3/2026).

Baca juga: Pemkab Biak Siap Hidupkan Organisasi Pemersatu KNPI yang Vakum Karena Dualisme Berkepanjangan

Selama ini FKUB Papua Tengah tidak hanya memberikan imbauan secara lisan, sebab mereka telah mengaktifkan program pengamanan swadaya yang melibatkan 60 orang relawan dari unsur lintas agama.

​Para relawan ini ditempatkan di berbagai titik strategis di Nabire untuk membantu memantau situasi dan memberikan rasa aman bagi warga yang beraktivitas.

Kehadiran relawan ini adalah bukti bahwa toleransi di Papua Tengah telah menjadi praktik nyata di lapangan, bukan sekadar slogan atau bicara-bicara.

Menyadari keragaman demografi di Nabire, FKUB mengedepankan komunikasi sebagai kunci utama pencegahan konflik.

Dia mengungkapkan, FKUB juga rutin menggelar pertemuan dua hingga tiga kali dalam sebulan.

Baca juga: Jangan Terkecoh Matahari Pagi, 11 Distrik di Mimika Berpotensi Hujan hingga Petir

Hal ini untuk memetakan potensi gangguan keamanan di masyarakat akar rumput.

​"Sinergi antara FKUB tingkat kabupaten dan provinsi sangat krusial, untuk itu kami melakukan pendekatan keagamaan yang persuasif agar isu miring dapat diredam dengan cepat sebelum meluas," jelasnya.

Selain itu Ignatius mengingatkan, kepatuhan masyarakat terhadap ajaran agama merupakan, fondasi utama ketertiban umum.

Dia meyakini, jika setiap individu hidup dengan menjunjung tinggi rasa hormat, maka kedamaian akan tercipta secara alami.

Baca juga: Bandara Frans Kaisiepo Biak Melayani 1.102 Penumpang Saat Puncak Arus Mudik

​"Dengan penguatan sinergi antara tokoh agama, masyarakat dan pemerintah, kami berharap Papua Tengah dapat terus menjadi wilayah yang harmonis dan aman bagi seluruh warganya," pungkasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.