Selanjutnya ada layanan pos terpadu di Probolinggo dibangun bak miniatur IKN.
Terakhir penghuni rumah roboh terpaksa mengungsi saat Lebaran.
Berikut selengkapnya:
Pengalaman mendekam di penjara sebanyak tiga kali tidak membuat pria paruh baya berinisial ES (57) menghentikan kebiasaannya mencuri helm.
Memang, Pelaku ES kerap menjalankan aksi kriminalitasnya itu di parkiran minimarket dan pusat perbelanjaan kawasan Surabaya Barat dan Selatan.
Pelaku ES mencuri helm agar bisa memperoleh uang dalam waktu cepat buat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sekaligus menyalurkan hobinya bermain judi burung merpati.
Benar, Pelaku ES mengakui kecanduan bermain judi burung merpati.
Pengakuan tersebut disampaikannya saat diinterogasi langsung oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan.
Momen interogasi tersebut sempat direkam video lalu diunggah oleh akun Instagram @Luthfie.daily, pada Jumat (20/3/2026) kemarin.
Baca juga: Aksi Pencurian Sapi di Situbondo Resahkan Warga, Pelaku Ambil Daging dan Sisakan Tulang
"Saya sudah pernah ketangkap Polisi 3 kali. Kalau mencuri helm 2 kali dan nyopet," ujarnya saat diinterogasi Kombes Pol Luthfie.
Pelaku ES mengaku pernah mencopet dompet orang di jalan. Tapi dompet tersebut tidak berisi uang. Melainkan cuma surat-surat dan kartu identitas.
"Di Sawahan, orang jalan saya copet, cuma dapat dompet isi surat-surat, gak ada uangnya," katanya.
Sebelum akhirnya tertangkap kembali oleh Anggota Polsek Lakarsantri, Pelaku ES juga pernah terlibat dua kali pencurian helm di kawasan Lakarsantri dan Benowo. Lalu, ia juga pernah mencuri sepeda listrik di kawasan Karang Pilang.
"Lalu nyolong sepeda listrik di Karang Pilang. Lalu nyolong helm di Bringin saya jual Rp60 ribu. Ketangkap lagi. Nyolong helm lagi (keempat kali) di Lakarsantri. Lalu ketangkap lagi. Ini setelah bebas 2 bulan mencuri lagi. Ini terakhir," jelasnya.
Dihadapan Luthfie, uang hasil menjual barang curian biasa dipakai untuk bermain judi burung merpati.
Pelaku ES mengaku kapok keluar masuk penjara. Kali ini, ia berjanji tidak akan mengulangi kembali perbuatan tersebut.
"Enggak pernah judi online. Tapi judi burung dara," pungkasnya.
Sementara itu, Kapolsek Lakarsantri Polrestabes Surabaya Kompol Imam Solikin mengatakan, pelaku berhasil ditangkap oleh personelnya, seusai beraksi mencuri helm di parkiran minimarket kawasan Jalan Raya Bringin, pada Rabu (18/2/2026) siang.
Korbannya berinisial FD (20) warga Kenjeran, Surabaya, salah satu pengunjung minimarket tersebut. Helm yang dicuri oleh Pelaku ES seharga kisaran Rp319 ribu.
"Korban lapor ke kami. Dia masuk ke minimarket buat ke ATM dan belanja, pas pulang helm hilang. Kami selidiki dan berhasil tangkap pelaku," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, pada Sabtu (21/3/2026).
Upaya memberikan pelayanan maksimal bagi pemudik, Polres Probolinggo menyiapkan beberapa pelayanan gratis yang dapat didapatkan dan dirasakan para pemudik melalui pos pelayanan.
Pemudik bisa mendapatkan layanan gratis mulai dari layanan kesehatan,service kendaraan dan bahkan beberapa pos juga menyediakan snack dan minuman gratis.
Tak hanya itu, untuk membuat pemudik merasa nyaman, bangunan Pos yang didirikanpun ada yang dibuat unik dan menarik.
Salah satunya Pos Terpadu di gerbang Tol Kraksaan Probolinggo yang dibangun oleh Polres Probolinggo Polda Jatim dengan design miniatur Ibu Kota Nusantara (IKN).
Di pos tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas gratis mulai dari Ngopi dan snack,ruang istirahat full AC komplit dengan Karaoke, ruang ibu menyusui, ruang medis, bengkel, Musolla dan Toilet.
Baca juga: Mobil MPV Angkut 12 Orang Sampai Pintu Tak Bisa Ditutup Demi Mudik Hemat, Apa Hukumannya?
Pada dinding ruang Istirahat terdapat beberapa layar monitor terhubung dengan CCTV di beberapa ruas jalan di wilayah Probolinggo sehingga pemudik bisa melihat langsung kondisi arus lalu lintas pada jalur yang akan dilalui.
Kapolres Probolinggo, AKBP M.Wahyudin Latif mengatakan, pada Operasi Ketupat Semeru 2026 yang merupakan operasi kemanusiaan di masa mudik dan balik lebaran, berkomitmen memberikan layanan masyarakat semaksimal mungkin.
AKBP Latif menegaskan, semua layanan yang diberikan adalah upaya tetap terjaganya kondusifitas Kamtibmas, khususnya selama masa mudik lebaran demi mewujudkan Mudik Aman Keluarga Bahagia.
"Fokus yang kami lakukan pada operasi Ketupat Semeru ini adalah bagaimana kamtibmas kondusif baik di jalan raya maupun permukiman, sehingga masyarakat yang ibadah dan merayakan Idulfitri termasuk pemudik merasa aman dan nyaman," kata AKBP Latif, Minggu (22/3/2026).
AKBP Latif berharap, agar masyarakat khususnya pemudik untuk memanfaatkan pos Operasi Ketupat Semeru yang ada untuk mendapatkan pelayanan kepolisian ataupun yang lainnya.
"Polres Probolinggo yang bersinergi dengan instansi lintas sektor, akan memberikan layanan semaksimal mungkin," ujarnya.
Masyarakat juga diminta untuk segera menghubungi layanan call center 110 bebas pulsa, jika melihat atau mengalami gangguan Kamtibmas yang kebetulan jauh dari Pos pelayanan maupun Pos Pengamanan.
"Silahkan hubungi Call Center 110 gratis, kami akan segera tindaklanti," pungkasnya.
Peristiwa memilukan terjadi di momen Hari Raya Idul Fitri. Sebuah rumah milik warga di Dusun Bendorangkang, Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, roboh pada Minggu (22/3/2026) dini hari.
Bangunan yang diketahui milik Anam itu ambruk sekitar pukul 04.00 WIB, tepat menjelang waktu subuh.
Kejadian tersebut diduga dipicu kondisi rumah yang sudah rapuh dan tidak layak huni, ditambah hujan deras yang mengguyur wilayah setempat sejak Sabtu malam hingga pagi hari.
Kepala Desa Tanggalrejo, Dimas Wahyu Romadhona, mengungkapkan bahwa kondisi rumah korban sebelumnya memang sudah memprihatinkan. Bahkan, pihak desa telah beberapa kali mengajukan bantuan perbaikan, namun hingga kini belum terealisasi.
"Struktur bangunan memang sudah sangat lemah. Ditambah hujan yang turun terus-menerus semalaman, akhirnya tidak mampu bertahan dan roboh,"ucapnya saat dikonfirmasi terpisah oleh Tribunjatim.com.
Baca juga: Baru Dibangun, Atap Pasar Ploso Jombang Ambruk: Disdagrin Desak Kontraktor Lakukan Perbaikan Total
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Anam bersama istri dan dua anaknya berhasil keluar dari rumah sebelum bangunan runtuh sepenuhnya.
"Seluruh penghuni selamat, tidak ada yang terluka," ujarnya.
Pasca kejadian, petugas dari BPBD bersama warga sekitar langsung bergotong royong membersihkan sisa puing bangunan. Hingga Minggu sore, proses evakuasi material rumah masih terus dilakukan.
Saat ini, Anam dan keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah orang tua mereka karena kondisi rumah sudah tidak memungkinkan untuk ditempati kembali.