Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Libur Lebaran 2026 diprediksi kembali membawa lonjakan wisatawan ke sejumlah destinasi pantai di Lampung. Di balik antusiasme tersebut, masyarakat diimbau untuk bersiap menghadapi kepadatan lalu lintas, terutama di jalur menuju kawasan pesisir.
Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Lampung mulai mengambil langkah antisipatif dengan menurunkan personel langsung ke lapangan. Fokus utama pengamanan diarahkan ke jalur wisata favorit seperti Pantai Mutun di Pesawaran dan kawasan Kalianda di Lampung Selatan.
Kepala Dishub Lampung, Bambang Sumbogo, mengatakan peningkatan mobilitas masyarakat saat libur panjang menjadi perhatian serius karena berpotensi memicu kemacetan di titik-titik tertentu.
“Setiap tahun ada lonjakan kendaraan menuju lokasi wisata. Karena itu, kami siapkan strategi khusus agar masyarakat tetap bisa menikmati liburan tanpa terhambat kemacetan panjang,” ujarnya, Senin (23/3/2026).
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiagakan tim motoris. Tim ini dinilai lebih efektif untuk menembus kepadatan di jalur sempit maupun persimpangan menuju objek wisata.
Namun, di lapangan, tantangan tidak hanya datang dari volume kendaraan. Banyak pengunjung yang kurang disiplin dalam berlalu lintas juga menjadi faktor penyebab kemacetan.
Dishub pun mengingatkan bahwa kelancaran perjalanan tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga kesadaran masyarakat.
Selain itu, lonjakan pengunjung juga membawa risiko lain, terutama terkait keselamatan di kawasan wisata. Untuk itu, Dishub menggandeng BASARNAS dan BPBD guna mengantisipasi kondisi darurat.
Bagi warga lokal, peningkatan wisatawan memang membawa dampak ekonomi, tetapi juga konsekuensi berupa kepadatan dan potensi gangguan aktivitas sehari-hari.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk mengatur waktu perjalanan, memilih jalur alternatif, serta mematuhi arahan petugas di lapangan.
( Tribunlampung.co.id / Hurri Agusto )