SOSOK Bang Bill Sebut Roy Suryo Cs Tak Punya Landasan Kuat Soal Ijazah Jokowi, Dulu Laporkan Rismon
Angel aginta sembiring March 23, 2026 10:09 PM

TRIBUN-MEDAN.COM – Sosok Taufik Bilhaki atau Bang Bill yang sebut analisis Roy Suryo Cs tak punya landasan kuat soal ijazah Jokowi.

Adapun Bang Bill membeberkan pandangannya soal analisis Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma terkait ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Ia mengatakan analisi tersebut tidak memiliki landasan yang kuat.

Pendapat tersebut ia sampaikan melalui kanal YouTube pribadinya, Bang Bill Offside.

Bang Bill dikenal sebagai pihak yang melaporkan dugaan ijazah S2 dan S3 milik Rismon Sianipar di Universitas Yamaguchi, Jepang, yang disebut bermasalah. 

Dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi, Roy Suryo, Rismon, dan dr Tifa sempat masuk dalam klaster pertama sebagai pihak yang diperiksa.

Belakangan, sikap Rismon disebut berubah. Ia kini mengakui bahwa ijazah Jokowi asli dan menyebut ada kekeliruan dalam analisis yang sebelumnya dilakukan.

Bahkan, ia telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung dengan mendatangi kediaman Jokowi di Solo, sekaligus mengajukan restorative justice.

Baca juga: KLARIFIKASI Hendrik Irawan Mitra MBG Video Joget Viral, Tapi Akui Dapat Insentif Rp 6 Juta Per Hari

Meski demikian, hingga kini belum ada keputusan resmi berupa SP3 dari Polda Metro Jaya.

Bang Bill menilai kesalahan Rismon setidaknya ada dua hal utama, yakni terkait penggunaan gelar akademik yang tidak tepat serta kekeliruan dalam metode analisis ijazah. Ia juga sejak awal mengaku tidak menaruh harapan pada hasil kajian ketiga tokoh tersebut.

“Siapa yang mau diharapkan? Roy Suryo? Roy Suryo dan juga Tifa itu asal-asal dia punya analisa tentang ijazahnya Pak Jokowi,” katanya, Minggu (22/3/2026).

Meski begitu, Bang Bill justru menilai Rismon sebagai pihak yang paling berani karena mau mengakui kesalahan.

“Yang paling hebat dalam menganalisa ijazahnya Pak Jokowi itu adalah Rismon Sianipar yang hari ini sudah lempar handuk (menyerah atau angkat tangan), kan gitu,” ujarnya.

Ia pun menegaskan hingga saat ini tidak ada argumen yang benar-benar bisa membuktikan bahwa ijazah Jokowi palsu.

“Tidak ada argumentasi yang membuat kita tercerahkan.

Sampai dengan detik ini tidak ada satupun penjelasan dari Rismon, Tifa, dan Roy, yang membuat kita merasa, 'Oh, iya ya, ijazahnya Pak Jokowi palsu', itu enggak ada,” tegasnya.

Baca juga: BELA Adik yang Cekcok di Diskotek, Pria di Palembang Tewas Dibacok di Kepala

Bang Bill juga meyakini bahwa kepercayaan publik terhadap isu ijazah palsu tidak signifikan.

“Kenapa aku bilang begini? Karena aku sudah ketemu dengan orang-orang yang enggak tampil di YouTube, enggak tampil di media sosial, akademisi, praktisi, orang biasa, orang apa, mereka bilang ‘Aduh, Bang, enggak masuk di akalah’, gitu,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa penjelasan yang disampaikan Rismon sebelumnya juga tidak cukup meyakinkan.

“Belum lagi secara personal Rismon menjelaskan tentang analisa ini, analisa itu, enggak dapat, enggak bisa menggugah. Bukan karena aku sebagai pendukung Pak Jokowi saja, kita juga rasional, malu-maluin, pertanggungjawabannya dunia akhirat loh,” ucapnya.

Baca juga: Cumi Jadi Sarang Sabu ke Dalam Lapas Diseludupkan Pasutri, Kini Terancam Penjara

Sosok Taufik Bilhaki

Taufik Bilhaki, yang akrab disapa Bang Bill, dikenal sebagai penulis esai dan pemikir populer yang banyak membahas sejarah, peradaban Islam, geopolitik, serta identitas umat Islam, khususnya dalam konteks Nusantara dan dunia modern.

Namanya dikenal luas melalui tulisan-tulisan panjang yang beredar di media sosial, blog, dan berbagai forum literasi digital, dengan gaya penulisan naratif, reflektif, dan cenderung filosofis.

Dalam banyak tulisannya, Bang Bill sering mengangkat tema besar seperti jatuh bangunnya peradaban Islam, kolonialisme dan dampaknya terhadap dunia Islam, geopolitik Timur Tengah, serta posisi dan peran Nusantara dalam peta peradaban Islam dunia.

Ia dikenal memiliki sudut pandang yang melihat sejarah bukan hanya sebagai masa lalu, tetapi sebagai kunci untuk memahami kondisi umat Islam saat ini dan merancang masa depan.

Karena itu, tulisannya sering menggabungkan sejarah, politik, strategi peradaban, dan refleksi pemikiran Islam.

(*/tribun-medan.com)

Sumber: Bangkapos

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.