Sempat Muncul Isu Kelangkaan, Bupati Lumajang Pastikan Stok Elpiji Pasca Lebaran Aman
Luky Setiyawan March 23, 2026 11:57 PM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang - Isu kelangkaan LPG 3 kilogram yang sempat dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Lumajang dipastikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati tidak ada. 

Indah menegaskan bahwa stok gas bersubsidi tersebut tetap aman, bahkan di tengah meningkatnya kebutuhan selama Idulfitri 1447 Hijriah. 

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Indah, usai meninjau distribusi elpiji di salah satu SPBE di Jalan Lingkar Timur Lumajang pada Senin (23/3/2026).

Peninjauan dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait sulitnya memperoleh LPG 3 kg di beberapa titik. Namun, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bahwa pasokan masih dalam kondisi stabil dan terkendali.

Baca juga: Bupati Lumajang Perbolehkan Kendaraan Dinas Dipakai Mudik  Lebaran, Biaya Ditanggung Pribadi

Baca juga: Sambil Wujudkan Hunian Relokasi, Pemkab Lumajang Beri Bantuan Tahap 2 untuk Penyintas Erupsi Semeru

Bupati menjelaskan, lonjakan konsumsi LPG saat Idulfitri menjadi faktor utama meningkatnya permintaan. Aktivitas memasak yang lebih intens, tradisi menjamu tamu, serta kebiasaan berkumpul bersama keluarga turut memengaruhi tingginya penggunaan energi rumah tangga.

“Memang terjadi peningkatan konsumsi di tengah masyarakat, terutama karena tradisi selamatan dan aktivitas memasak yang lebih intens saat menyambut Hari Raya Idulfitri. Banyak keluarga yang menerima kunjungan sanak saudara sehingga kebutuhan LPG meningkat. Namun demikian, kami pastikan stok LPG 3 kilogram di Kabupaten Lumajang dalam kondisi aman,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kondisi yang dirasakan sebagian masyarakat bukan disebabkan oleh keterbatasan stok, melainkan penggunaan yang meningkat dalam waktu bersamaan.

Karena itu, Bunda Indah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat mengganggu distribusi.

“Kami berharap masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebih. Hindari penimbunan, baik di tingkat agen, pangkalan, maupun pengecer, agar distribusi LPG tetap merata dan dapat dirasakan seluruh masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat pengawasan distribusi dengan melibatkan aparat kepolisian hingga tingkat polsek.

“Saya juga telah berkoordinasi dengan Bapak Kapolres untuk menurunkan personel hingga ke tingkat polsek guna memastikan distribusi LPG 3 kilogram berjalan lancar, tepat sasaran, dan tidak ada kendala hingga sampai ke masyarakat,” tambahnya.

(Erwin Wicaksono/TribunJatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.