Hindari Macet Horor! Besok Puncak Arus Balik, Pemerintah Sarankan 'Aktivasi' WFA
Wahyu Gilang Putranto March 24, 2026 01:33 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Gelombang kepulangan pemudik ke Jabodetabek diprediksi mencapai titik puncaknya besok, Selasa, 24 Maret 2026. 

Pemerintah dan pengelola jalan tol kini mulai membunyikan alarm waspada, meminta masyarakat mengatur ulang jadwal perjalanan atau segera memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) guna menghindari jebakan macet.

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memperkirakan sebanyak 285 ribu kendaraan akan menyerbu masuk wilayah Jakarta dan sekitarnya mulai besok. 

Tanda-tanda "ledakan" arus ini bahkan sudah terlihat sejak hari ini, Senin (23/3/2026).

Data terbaru menunjukkan lonjakan signifikan di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama pada Shift 1. 

Tercatat 12.624 kendaraan mengalir dari arah Timur menuju Jakarta, melambat 50 persen dibandingkan volume normal yang biasanya hanya di angka 8.442 kendaraan.

Guna meredam antrean panjang, JTT telah menyiagakan "pasukan penuh" di lapangan. 

Sebanyak 22 gardu tol di GT Cikampek Utama dioperasikan khusus untuk melayani arus menuju Jakarta. Tak hanya itu, akses tambahan melalui GT Cikampek Utama 8 juga disiapkan sebagai katup pelepas kepadatan.

Baca juga: Sosok Brigadir Fajar Permana Gugur Diduga Kelelahan Kawal Mudik Lebaran, Dapat Kenaikan Pangkat

Corporate Secretary & Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, menegaskan bahwa strategi ini krusial untuk membagi beban kendaraan agar tidak menumpuk di satu titik.

"Langkah ini diharapkan dapat mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata serta meminimalkan potensi antrean di gerbang tol," ujar Ria, Senin (23/3/2026).

Sejalan dengan itu, Korlantas Polri juga bersiap menarik tuas rekayasa lalu lintas one way mulai dari GT Kalikangkung, menyesuaikan dengan dinamika volume kendaraan di aspal.

WFA: Solusi Cerdas Pulang Belakangan

Di sisi lain, pemerintah menawarkan solusi bagi para pekerja agar tidak terjebak dalam hiruk-pikuk puncak arus balik. 

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menyarankan masyarakat untuk "mencicil" kepulangan di luar tanggal kritis 24 Maret.

"Kami imbau masyarakat untuk memanfaatkan waktu WFA yang diberikan instansi atau perusahaan, sehingga bisa kembali pada tanggal 25, 26, atau 27 Maret," saran Aan.

Selain pengaturan waktu, Aan juga memberikan catatan penting soal etika di rest area. 

Mengingat kapasitas yang terbatas, pemudik diminta tidak egois saat beristirahat.

"Maksimalkan waktu 30 menit saja supaya bisa bergantian dengan yang lain, atau silakan gunakan tempat istirahat di luar jalur tol agar perjalanan tetap nyaman," tambahnya.

Dengan prediksi lonjakan yang setara dengan arus mudik lalu, kesiapan mental dan perencanaan matang menjadi kunci. 

Memilih waktu kembali yang tepat bukan sekadar soal efisiensi, tapi juga kenyamanan keluarga di perjalanan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.