TRIBUNFLORES.COM, RUTENG - Romo Agustinus Manfred Habur, atau akrab disapa Romo Manfred, dikenal sebagai salah satu imam Katolik berpengaruh di Keuskupan Ruteng. Ia bukan hanya rohaniwan, tetapi juga pemimpin, akademisi dan pemikir yang aktif membangun Gereja sekaligus dunia pendidikan di Nusa Tenggara Timur.
Romo Manfred lahir di Langgo, Manggarai, pada 6 September 1969, anak sulung dari lima bersaudara. Sejak muda, ia merasakan panggilan untuk melayani Tuhan dan umat.
Ia ditahbiskan sebagai imam pada 15 Agustus 1997 oleh Uskup Ruteng saat itu, Eduardus Sangsun, dengan moto tahbisan: “Jadilah Kehendak-Mu” (Matius 6:10).
Selama lebih dari dua dekade, ia menjalani berbagai tugas pelayanan Gereja dengan dedikasi tinggi, sebagai wujud kesetiaan pada panggilan rohani.
Baca juga: Mahasiswa Unika Santu Paulus Ruteng Selesai Magang, Kepala Sekolah Sampaikan Apresiasi
Di Keuskupan Ruteng, Romo Manfred dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal, posisi strategis yang mengelola administrasi, koordinasi pastoral, dan kebijakan keuskupan.
Peran ini menjadikannya figur kunci dalam mendukung kepemimpinan Uskup dan memastikan pelayanan Gereja berjalan efektif dan terarah.
Selain aktif di Gereja, Romo Manfred dikenal luas di dunia pendidikan sebagai Rektor Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng (Unika Ruteng).
Di bawah kepemimpinannya, kampus menekankan nilai humanisme, spiritualitas, dan integritas akademik. Ia menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi pembentukan manusia seutuhnya.
“Guru bukan hanya profesi, tetapi panggilan hati… guru adalah lentera yang tidak boleh padam,” ujarnya.
Romo Manfred mendorong mahasiswa menjadi pribadi kritis dan penjaga kebenaran di era disinformasi.
Sebagai pemikir Gereja, ia mendorong pembaruan melalui: Katekese inovatif, partisipasi aktif umat dalam liturgi dan pendalaman iman kontekstual.
Bagi Romo Manfred, Ekaristi bukan sekadar ritual, tetapi pusat kehidupan iman yang harus dihayati secara sadar oleh umat.
Romo Manfred menghadapi dinamika dunia pendidikan dan isu sosial dengan menekankan: Prosedur yang adil, perlindungan terhadap korban dan tanggung jawab moral Lembaga.
Kepemimpinannya menonjol tidak hanya dari sisi administratif, tetapi juga etis dan pastoral.
Romo Agustinus M. Habur menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya generasi muda di Manggarai dan NTT.
Ia menunjukkan bahwa iman dan intelektualitas dapat berjalan beriringan, dengan kesetiaan pada panggilan rohani, aktivitas intelektual, dan keberanian menghadapi tantangan zaman.
Sumber: Rektor Unika Ruteng