BOLAK-BALIK Kunjungan ke Luar Negeri, Prabowo Sebut demi Ekonomi Masyarakat Indonesia
Juang Naibaho March 23, 2026 09:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan alasannya sering melakukan perjalanan dinas ke luar negeri.

Dalam satu tahun menjabat sebagai Presiden RI ke-8 (sejak dilantik pada Oktober 2024), Prabowo tercatat melakukan kunjungan kenegaraan sebanyak 32 kali.

Kemudian, secara total, hingga Maret 2026 ini, sudah ada 26 negara yang sudah ia kunjungi.

Prabowo berujar, dinas luar negeri tersebut dimaksudkan untuk menjaga ekonomi masyarakat Indonesia.

"Makanya setiap presiden Indonesia ya capek, disangka saya suka jalan-jalan ke situ, dan juga saya jalan-jalan untuk menjaga rakyat saya. Untuk menjaga apa? Lapangan kerja," kata Prabowo dalam dialog bersama para jurnalis dan pakar, dikutip dari video yang dibagikan Sekretariat Presiden, Minggu (22/3/2026). 

Prabowo menegaskan, tentu para menteri juga bekerja melakukan menjajaki kerja sama dengan negara-negara sahabat. 

Namun, proses penjajakan kerja sama dengan negara sahabat akan lebih cepat jika Presiden RI turun tangan. 

Prabowo mencontohkan kesepakatan Indonesia dan Uni Eropa soal Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) yang baru berhasil usai negosiasi panjang selama 10 tahun. 

"Aku kalau enggak lobi, tentunya menteri-menteri yang kerja. Di ujungnya saya harus datang. Iya kan? ke raja Belgia, ke raja Belanda, ke Uni Eropa. Akhirnya kita punya perdagangan CEPA kita agak lancar. 10 tahun loh. Kita tembus ya," beber Prabowo. 

"Kita sama Kanada, CEPA juga perdagangan ya untuk buka. Sekarang kita punya barang-barang 0 persen ke Kanada, ke Uni Eropa," lanjut Prabowo. 

Menurut Prabowo, dunia saat ini sudah menjadi geoekonomi. 

Oleh karenanya, memang diperlukan hubungan baik dengan semua negara. 

"Jadi memang di dunia yang sekarang geopolitik sudah menjadi geoekonomi. Jadi kalau anda hubungannya tidak baik, anda dapat tekanan macam-macam," ucapnya. 

Dalam kesempatan ini, Prabowo juga menyoroti kekayaan alam sumber daya alam Indonesia yang sangat besar. 

Sejak ratusan tahun lalu, Indonesia diincar negara lain karena kekayaan alamnya. 

"Jadi kita ini dari dulu selalu menjadi apa ya, tujuan bahkan inceran karena kekayaan kita gitu loh. Suka tidak suka," kata Prabowo. 

Maka itu, Presiden Prabowo menekankan Indonesia harus punya hubungan baik dan banyak negara. 

"Kita anggota ASEAN ya. Asia itu 10 negara loh, sekarang 11. Tapi kita juga apa? Kita anggota G20 20 negara. Habis itu kita apalagi? Kita anggota OKI. Habis itu kita G, kita ikut banyak. Nah, kalau kita diundang kita tidak datang kan enggak bagus," lanjutnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.