Bocah 12 Tahun di Semarang Pesan 1 KG Bahan Peledak di TikTok Shop
rival al manaf March 23, 2026 11:14 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - T bocah 12 tahun Semarang memesan bahan peledak yang rencananya untuk membuat mercon. 

Ia memesan bahan peledak itu seberat 1 kilogram di TikTok Shop dengan harga Rp300 ribu.

Ia lantas membohongi neneknya telah memesan paket minyak goreng sehingga neneknya mau membayarkan paket tersebut.

Nahas, pada Jumat (20/3/2026) dini hari,  paket isi bahan peledak itu meledak sebelum dirakit menjadi mercon.

Akibatnya. G (9) keponakan dari T tewas. Empat anggota keluarga lainnya alami luka-luka.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polrestabes Semarang AKBP Andika Dharma Sena mengatakan, kasus ini ditangani oleh  Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Semarang. 

Alasannya, korban dan pemesan paket bahan mercon merupakan anak-anak.

"T yang pesan paket itu usia 12 tahun," katanya, Senin (23/3/2026).

Andika mengungkap, sistem pemesanan menggunakan Cash on Delivery (COD) atau bayar di tempat.

Selepas barang sampai, nenek T yang membayar pesanan tersebut.

"T takut ketahuan (pesan bahan buat mercon), bohong ke neneknya itu paketan minyak," ujarnya.

Libatkan Tim Siber

BERI KETERANGAN - Kapolrestabes Semarang, Brigjen Pol M Syahduddi, memberikan keterangan terkait penyelidikan ledakan di Kampung Pondok, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, Jumat (20/3/2026) sore. Dia menjelaskan langkah polisi yang telah melakukan sterilisasi TKP, autopsi korban, dan memburu jaringan pemasok bahan peledak yang diduga dibeli secara online.
BERI KETERANGAN - Kapolrestabes Semarang, Brigjen Pol M Syahduddi, memberikan keterangan terkait penyelidikan ledakan di Kampung Pondok, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, Jumat (20/3/2026) sore. Dia menjelaskan langkah polisi yang telah melakukan sterilisasi TKP, autopsi korban, dan memburu jaringan pemasok bahan peledak yang diduga dibeli secara online. (TRIBUN JATENG/Reza Gustav Pradana)

Polisi membuka fakta baru kasus ledakan bahan peledak petasan di sebuah rumah warga di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

Ledakan tersebut menyebabkan tewasnya seorang anak berinisial G (9) pelajar kelas 2 SD, Jumat (20/3/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.

Kapolrestabes Semarang, Brigjen Pol. M. Syahduddi mengatakan, bahan peledak mercon yang meledak di rumah tersebut memiliki bobot 1 kilogram.

Barang tersebut bisa sampai di rumah korban karena dipesan oleh T (usia anak).

T yang merupakan paman korban G, memesan bahan peledak melalui TikTok Shop.

Harga bahan peledak itu seharga Rp300 ribu yang dibayar oleh Nenek dari T.

"Alasannya beli minyak goreng, makanya si pemilik rumah itu juga nggak tahu kalau itu ternyata bahan peledak yang berbahaya," ujar Syahduddi kepada Tribunjateng.com, di Gerbang Tol Kalikangkung, Kota Semarang, Senin (23/3/2026) sore.

Syahduddi menjelaskan, satuannya telah diturunkan untuk mengusut tuntas kasus ini. Tidak hanya unit Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), ia juga melibatkan tim unit siber.

"Nanti unit siber kami libatkan," ujarnya.

Pelibatan tim Siber untuk mengurai asal muasal saksi T memesan bahan peledak itu di TikTok Shop. Cara memesannya hingga siapa penjualnya.

"Ya kami selidiki siapa pemasok daripada petasan tersebut," terangn Syahduddi.

Pihaknya sejauh ini juga telah memeriksa enam saksi kunci kasus meledaknya bahan petasan tersebut.

Syahduddi menyebut, enam saksi itu meliputi T pemesan bahan peledak, kedua orangtua korban, nenek korban dan sisanya tetangga paling dekat dari lokasi kejadian.

"Kami periksa mereka untuk mendukung dari mana asal muasal sumber petasan itu diperoleh," terangnya.

T Potensi Jadi Tersangka

"Kami upayakan arahnya (penyelidikan) ke sana (penetapan tersangka)," terang Kapolrestabes Semarang Brigjen Pol M Syahduddi di Mapolrestabes Semarang, Jumat (20/3/2026) lalu.

Meskipun T memesan bahan peledak itu, T bisa selamat dari kejadian karena sedang berada di luar rumah saat bahan itu meledak.

Korban meninggal G merupakan keponakan dari T.  Sedangkan empat orang lainnya penghuni rumah selamat, tiga diantaranya mengalami luka. (Iwn)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.