Serangan Besar-besaran Hantam Iran! AS-Israel Gempur Teheran, Situasi Kian Mencekam
Nurul Hayati March 24, 2026 01:03 AM

Serangan Besar-besaran Hantam Iran! AS-Israel Gempur Teheran, Situasi Kian Mencekam

SERAMBINEWS.COM – Serangan besar-besaran kembali mengguncang Iran pada Senin (23/3/2026), ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan terbaru ke sejumlah wilayah strategis di negara tersebut.

Militer Israel menyatakan telah memulai “gelombang serangan skala besar” yang menargetkan infrastruktur penting di Teheran.

Beberapa jam kemudian, serangan lanjutan kembali dilancarkan tanpa rincian lebih lanjut mengenai target spesifik.

Baca juga: Trump Rem Serangan ke Iran, Sinyal Damai atau Strategi Baru?

Laporan dari lapangan menyebutkan bahwa ledakan yang terjadi di ibu kota Iran memiliki skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sistem pertahanan udara Iran pun diaktifkan untuk merespons serangan drone yang dilaporkan melintas di wilayah tersebut.

Tidak hanya di Teheran, ledakan juga dilaporkan terjadi di sejumlah kota lain seperti Isfahan, Karaj, Ahvaz, dan Bandar Abbas.

Bahkan, sebuah stasiun radio dilaporkan menjadi sasaran serangan, menyebabkan satu orang tewas.

Serangan juga berdampak pada fasilitas sipil, termasuk rumah sakit dan permukiman warga.

Baca juga: Tak Mau Bantu AS Serang Iran, Trump Ejek PM Inggris lewat Video, Ketegangan AS–Inggris Memanas

Laporan menyebutkan puluhan ribu bangunan sipil terdampak, dengan sebagian mengalami kerusakan berat hingga hancur total.

Korban jiwa pun terus bertambah, dengan laporan menyebut lebih dari 1.500 orang tewas di Iran sejak konflik meningkat.

Sementara itu, di kota Tabriz dan Khorramabad, serangan terhadap area permukiman dilaporkan menewaskan sejumlah warga sipil, termasuk anak-anak.

Di sisi lain, Iran juga melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel.

Sirene peringatan dilaporkan berbunyi di berbagai wilayah, terutama di bagian utara Israel.

Baca juga: Minyak Dunia Anjlok 14 Persen! Trump Tunda Serangan ke Iran, Pasar Langsung Bergejolak

Serangan tersebut disebut melibatkan rudal dan drone yang juga didukung oleh kelompok sekutu seperti Hizbullah.

Hingga saat ini, sedikitnya 15 orang dilaporkan tewas di Israel akibat serangan balasan Iran.

Ketegangan juga meluas ke kawasan Teluk.

Iran dilaporkan menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain serta fasilitas di Arab Saudi.

Serangan tersebut memicu respons pertahanan udara di sejumlah negara, termasuk pencegatan rudal di Riyadh dan kawasan sekitarnya.

Situasi semakin kompleks setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya mengumumkan penundaan serangan terhadap fasilitas energi Iran selama lima hari.

Meski demikian, operasi militer tetap berlanjut di berbagai wilayah, menandakan eskalasi konflik yang belum mereda.

Baca juga: Iran Akui Tembak Jatuh Jet Tempur F-15 AS di Selat Hormuz, Klaim Cegat 200 Target Udara

Iran sendiri menegaskan akan membalas setiap serangan yang menargetkan wilayahnya.

Pihak militer Iran bahkan mengancam akan menyerang infrastruktur energi di kawasan, termasuk yang terkait dengan kepentingan Amerika Serikat.

Selain itu, Iran juga memperingatkan kemungkinan penutupan jalur strategis Selat Hormuz sebagai bentuk respons.

Selat tersebut merupakan jalur penting yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Ketegangan ini turut memicu kekhawatiran global, terutama terhadap stabilitas pasokan energi dan keamanan kawasan.

Fatih Birol dari International Energy Agency bahkan menyebut situasi saat ini sebagai salah satu krisis energi paling serius dalam beberapa dekade terakhir.

Dengan eskalasi yang terus meningkat dan meluas ke berbagai negara, dunia kini menyoroti perkembangan konflik ini dengan penuh kekhawatiran.

Para analis menilai bahwa situasi berpotensi memasuki fase yang lebih berbahaya jika tidak segera ada upaya deeskalasi dari semua pihak yang terlibat.

Baca juga: VIDEO Detik-detik Iran Tembak Jatuh Jet Siluman F-15 AS di Selat Hormuz

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.