Arus Balik Lebaran, Tol Cikampek Km 70 hingga Km 36 Diberlakukan Contraflow
Wahyu Gilang Putranto March 24, 2026 02:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Peningkatan volume kendaraan yang signifikan pada arus balik Lebaran 2026 memicu diberlakukannya rekayasa lalu lintas di ruas Tol Jakarta–Cikampek.

Skema contraflow diterapkan mulai dari Km 70 hingga Km 36 pada Senin (23/3/2026) pukul 18.19 WIB.

Pengaturan tersebut merupakan bagian dari strategi one way lokal di Tol Trans Jawa yang terus disesuaikan secara real-time berdasarkan kondisi kepadatan lalu lintas di lapangan.

Penerapan contraflow ini dilaksanakan secara bersama-sama oleh PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) dan aparat Kepolisian untuk memastikan arus kendaraan tetap mengalir lancar.

Vice President Corporate Secretary & Legal JTT, Ria Marlinda Paallo, menyatakan bahwa penerapan contraflow dilakukan secara dinamis dan fleksibel sesuai dengan perkembangan situasi lalu lintas.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan dan diskresi dari pihak Kepolisian setelah terpantau adanya lonjakan volume kendaraan yang menuju arah barat.

“Pengaturan ini dilakukan untuk membantu mengurai kepadatan arus balik dan menjaga keselamatan pengguna jalan,” katanya pada Tribun Jabar, Senin petang.

Baca juga: Puncak Arus Balik 2026 Diprediksi Tembus 285 Ribu Kendaraan, Pemudik Diimbau Atur Waktu

Seiring berlangsungnya rekayasa lalu lintas tersebut, pemantauan intensif terus dilakukan di seluruh ruas tol guna mengantisipasi potensi lonjakan kendaraan selanjutnya.

Evaluasi berkala juga rutin dilaksanakan untuk memutuskan apakah skema contraflow perlu diperpanjang durasinya atau justru dihentikan lebih awal.

Para pengguna jalan tol diimbau untuk tetap berhati-hati dan waspada saat melintasi jalur contraflow.

Pengemudi diminta untuk selalu menjaga kecepatan yang sesuai, mematuhi jarak aman antar kendaraan, serta mempersiapkan perjalanan dengan baik mulai dari memeriksa kondisi kendaraan, memastikan kecukupan bahan bakar, hingga mengecek saldo uang elektronik.

Melalui langkah rekayasa ini, diharapkan arus kendaraan dari arah timur menuju Jakarta dapat tetap terkendali dan aman meskipun volume lalu lintas terus mengalami peningkatan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.