Istri Berkali-kali Maafkan Suami yang Doyan Selingkuh, Kini Akui Lelah dan Ingin Akhiri Pernikahan
Randy P.F Hutagaol March 23, 2026 10:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang wanita mengaku tidak lagi mampu mempertahankan pernikahannya setelah berulang kali memberikan kesempatan kepada suaminya yang diduga kerap berselingkuh.

Curahan hati tersebut disampaikan melalui media sosial Threads dan menjadi perhatian publik.

Dikutip dari Mstar.com, Senin (23/3/2026), dalam unggahannya, wanita itu mengungkapkan bahwa selama lima tahun menjalani pernikahan, ia telah berkali-kali memaafkan suaminya setiap kali pria tersebut ketahuan bersikap tidak setia.

Ia mengaku selalu berharap suaminya akan berubah, terlebih setelah pria itu sempat berjanji di hadapan orang tuanya untuk memperbaiki diri.

Namun, harapan tersebut kembali pupus setelah sang suami diduga kembali melakukan hal serupa. Kali ini, pria tersebut disebut ketahuan menghubungi seorang gadis usai mengikuti kegiatan konvoi motor bersama teman-temannya.

Rasa curiga yang muncul membuat wanita itu mengambil inisiatif untuk menghubungi gadis yang dimaksud guna meminta klarifikasi.

Dari hasil komunikasi tersebut, wanita itu mendapatkan pengakuan bahwa suaminya sering mengirim pesan melalui aplikasi WhatsApp kepada gadis tersebut.

Tidak hanya sekadar berkomunikasi, sang suami juga disebut mengajak gadis itu untuk bertemu serta mengatur janji kencan.

“Laki-laki narsistik memang tidak akan mengaku salah? Saat ketahuan, dia bilang hanya berteman. Bahkan anak di bawah umur pun didekati,” tulis wanita itu dalam unggahannya.

Ia mengaku sangat lelah menghadapi situasi tersebut, mengingat kejadian serupa telah berulang kali terjadi selama pernikahan mereka. Meski telah memberi banyak kesempatan, sikap suaminya dinilai tidak pernah berubah.

“Sudah berapa kali dia ketahuan selingkuh sepanjang lima tahun pernikahan kami. Saya memberi peluang karena berharap dia berubah,” lanjutnya.

Situasi ini mendorong wanita tersebut untuk kembali mempertimbangkan langkah hukum berupa perceraian. Ia diketahui pernah bercerai dengan suaminya pada Oktober tahun lalu, namun kemudian kembali rujuk.

Kini, ia menyatakan tengah mempersiapkan diri untuk mengajukan gugatan cerai untuk kedua kalinya.

Wanita itu juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menghubungi seorang pengacara untuk memulai proses perceraian. Meski demikian, ia masih diliputi keraguan dalam mengambil keputusan tersebut.

Keraguan itu muncul karena sang suami beranggapan bahwa tindakannya tidak dapat dikategorikan sebagai perselingkuhan selama belum terjadi pertemuan secara langsung dengan perempuan lain.

Menurutnya, komunikasi melalui pesan semata tidak cukup untuk disebut sebagai bentuk ketidaksetiaan.

“Menurut suami saya, selama belum bertemu, itu belum dianggap selingkuh dan masih bisa dimaafkan,” tulisnya.

Pernyataan tersebut justru membuat wanita itu semakin bingung dan merasa tidak memiliki jalan keluar. Ia menilai sikap suaminya menunjukkan kecenderungan tidak mau mengakui kesalahan, meskipun bukti sudah jelas.

Unggahan tersebut kemudian menuai beragam tanggapan dari warganet. Sebagian besar memberikan dukungan kepada wanita itu untuk mengambil keputusan tegas demi kebaikan dirinya sendiri, terutama terkait kesehatan mental.

Beberapa warganet juga menyoroti serius dugaan pendekatan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh suaminya. Mereka menilai tindakan tersebut tidak dapat dianggap remeh dan menyarankan agar wanita itu mempertimbangkan langkah hukum lebih lanjut, termasuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

“Keputusan untuk bercerai sudah tepat demi menjaga kesehatan mental,” tulis salah satu warganet.

“Jangan normalisasi hubungan dengan anak di bawah umur, sebaiknya laporkan ke polisi,” komentar lainnya.

Hingga kini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai keputusan akhir yang akan diambil oleh wanita tersebut. Namun, kisah yang dibagikannya menjadi perhatian luas dan memicu diskusi mengenai batasan kesetiaan dalam hubungan serta pentingnya perlindungan terhadap anak di bawah umur.

 (cr31/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.