Hitung-hitungan Peluang Persebaya ke Kompetisi Asia, Pengamat Bedah Era ‘Realistis’ Bernardo Tavares
Sarah Elnyora Rumaropen March 23, 2026 10:35 PM

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Persebaya Surabaya kini memasuki fase krusial dalam perburuan tiket kompetisi Asia di sisa musim Championship 2025/2026.

Meski saat ini berada di peringkat tujuh dengan koleksi 39 poin, terpaut enam angka dari Malut United di zona empat besar, harapan untuk terbang ke level internasional dinilai belum sepenuhnya padam.

Pengamat Persebaya, Kukuh Ismoyo, menilai Persebaya tetap memiliki peluang untuk tampil di kompetisi Asia.

Syarat Persebaya Melenggang ke Kompetisi Asia

Kukuh memiliki perhitungan tersendiri agar Persebaya bisa melenggang ke kompetisi Asia.

Syarat utamanya adalah tim harus bisa tampil konsisten dalam sembilan laga sisa, terutama dengan menyapu bersih empat laga kandang, yaitu menjamu Persita, Madura United, PSBS Biak, dan Persik Kediri.

"Laga-laga ini wajib disapu bersih untuk mendapat total poin 12 dan juga untuk mendongkrak posisi di klasemen," kata Kukuh Ismoyo kepada SURYAMALANG.COM.

Skenario Poin Laga Tandang dan Target Klasemen

Sementara untuk lima laga tandang, Kukuh menilai ujian terberatnya adalah ketika menyambangi kandang Persija Jakarta pada 11 April dan Arema FC pada 28 April.

Jika mampu mencuri poin, atau setidaknya tidak kalah dalam semua pertandingan tandang, maka peluang Persebaya naik ke empat besar dinilai sangat besar.

"Karena dengan draw saja di laga tandang, Persebaya akan mendapat 5 poin nantinya," jelas Kukuh.

Baca juga: Ujian Deltras FC Hadapi Persipura yang Ambisius Kejar Tiket Promosi, Widodo Modifikasi Pertahanan

Tambahan 17 poin tersebut akan menjadikan Persebaya mendapatkan setidaknya total 56 poin di akhir kompetisi.

Koleksi 56 poin ini dinilai Kukuh dapat membawa Persebaya mendekati setidaknya posisi 5 besar jika berkaca pada klasemen Liga 1 tahun lalu.

Namun, jika hitungan ini terjadi, Persebaya akan menyamai poin mereka tahun lalu yang juga meraih 56 poin tetapi gagal meraih tiket ke Asia.

"Lalu, peluang ke Asia: apakah Mungkin? Ya, secara matematis sangat mampu, walaupun peluangnya kecil sekali," terangnya.

Jarak poin ke peringkat 4, yang merupakan zona kualifikasi Asia tergantung regulasi musim ini, sebenarnya tidak terlalu jauh. 

Peluangnya diperkirakan sekitar 25 hingga 50 persen untuk menembus 4 besar, dengan catatan besar harus konsisten menyapu bersih laga kandang dan memaksimalkan laga tandang agar tidak kalah.

Strategi dan Era 'Realistis' Bernardo Tavares

Meski tidak tertutup, Kukuh berpendapat peluang meraih tiket Asia masih sangat bergantung pada performa tim-tim di atasnya seperti Persija, Persita, Malut United, hingga Bhayangkara FC yang sedang tampil konsisten.

Secara keseluruhan, Kukuh menyebut era awal kepemimpinan Tavares ini sebagai era "Realistis".

"Jika Bonek bisa menerima permainan yang lebih defensif namun berujung tiga poin, maka mengakhiri musim di peringkat 4 besar bukanlah mimpi di siang bolong," tegas Kukuh Ismoyo.

Baca juga: Pemain Persebaya Lolos Uji Timbangan Pasca-Lebaran, Bernardo Tavares Langsung Geber Taktikal

Kukuh juga meminta Bonek memahami bahwa Tavares memulai tim ini dari 'sisaan' pemain era pelatih sebelumnya.

Menurutnya, tidak adil jika langsung melimpahkan kesalahan pada Tavares andaikata Persebaya gagal ke pentas Asia.

"Barulah, tahun depan kalau Tavares masih dipercaya, dan manajemen Persebaya memberikannya keleluasaan untuk membangun timnya, Bonek boleh menagih janji Tavares untuk menjadikan tim ini menjadi juara," pungkasnya.

Ujian pertama Persebaya dalam mengarungi sembilan laga sisa adalah menjamu Persita Tangerang pada 4 April mendatang di Stadion GBT.

Menyambut laga ini, Persebaya telah memulai latihan pasca-libur Lebaran pada Senin (23/3/2026).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.