BKKBN NTT Targetkan 60 Ribu Peserta KB Baru di 2026, Andalkan Momentum Layanan Nasional
Oby Lewanmeru March 23, 2026 10:41 PM

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi NTT menargetkan sekitar 60 ribu peserta Keluarga Berencana (KB) baru sepanjang tahun 2026 dengan mengandalkan momentum layanan nasional.

Hal ini dikatakan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi NTT, Dr. Faizal Fahmi, SKM.,M.Kes, Senin (23/3/2026).

"Kami menargetkan sekitar 60 ribu peserta Keluarga Berencana (KB) baru sepanjang tahun 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan capaian indikator kinerja daerah," kata Faizal.

Menurut Faizal, target tersebut merupakan bagian dari 20 hingga 30 indikator kinerja yang harus dicapai BKKBN NTT tahun ini, khususnya dalam pelayanan alat dan obat kontrasepsi serta penguatan program KB.

Baca juga: Dukung Kelancaran Idulfitri 2026, BKKBN NTT Siapkan Posko Layanan Mudik 

“Target 60 ribu ini akan kami jabarkan ke kabupaten/kota dan dibangun komitmen bersama dengan OPD pengampu KB, seperti Dinas Pengendalian Penduduk dan KB di daerah,” ujar Faizal.

Faizal menjelaskan, strategi utama untuk mencapai target tersebut adalah melalui pemanfaatan momentum pelayanan yang dicanangkan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Yang mana, lanjutnya, pada tahun 2026 terdapat empat momentum layanan yang akan dimaksimalkan, antara lain pelayanan awal tahun, peringatan Hari Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Hari Keluarga Nasional, dan Hari Kontrasepsi.

Dikatakan Faizal, pada momentum pelayanan awal tahun, BKKBN NTT bahkan berhasil melampaui target nasional.

Dari target 18 ribu peserta, realisasinya mencapai lebih dari 120 persen.

“Capaian ini menempatkan NTT di posisi empat nasional dalam layanan KB terbanyak. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengoptimalkan momentum layanan di tahun ini,” jelasnya.

Faizal mebambahkan, pada 2025 lalu capaian peserta KB NTT berada di kisaran 90 persen lebih, namun belum mencapai target maksimal. Yang mana, ini menjadi bahan evaluasi agar strategi di 2026 lebih efektif. (mey)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.