TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Kawasan wisata Simpang Lima Gumul (SLG) mengalami lonjakan kunjungan signifikan selama libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Peningkatan jumlah wisatawan mulai terlihat sejak Sabtu (21/3/2026) malam dan mencapai puncaknya pada Minggu (22/3/2026). Lonjakan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menghabiskan waktu libur Lebaran bersama keluarga di kawasan wisata ikonik Kabupaten Kediri tersebut.
Koordinator Petugas Wisata SLG Kediri, Gunawan Priyo Utomo, mengungkapkan bahwa jumlah pengunjung yang biasanya hanya sekitar 200 orang per hari kini melonjak drastis menjadi 800 hingga 1.000 orang.
“Memang terjadi peningkatan kunjungan sejak Sabtu malam dan puncaknya hari Minggu. Dari biasanya sekitar 200 orang, sekarang bisa mencapai 800 sampai 1.000 pengunjung,” ujarnya, Senin (23/3/2026).
Baca juga: Lonjakan Pengunjung Gunung Kelud Saat Libur Idulfitri 1447 H, Capai 900 Orang per Hari
Menurutnya, mayoritas wisatawan berasal dari luar daerah yang memanfaatkan momen libur Lebaran untuk bersantai di Kediri. Selain menikmati suasana wisata, pengunjung juga memanfaatkan kawasan SLG untuk berbelanja kebutuhan Lebaran seperti buah-buahan serta mencicipi beragam kuliner khas yang tersedia di sekitar lokasi.
Aktivitas wisatawan terlihat memadati sejumlah titik strategis, terutama di area pusat keramaian dan lokasi pedagang. Hal ini turut mendorong perputaran ekonomi lokal selama masa libur panjang.
Gunawan menambahkan, lonjakan pengunjung diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan selama periode libur Lebaran.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pengelola kawasan telah menyiapkan tambahan petugas guna menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung. Pengamanan juga diperkuat melalui pos terpadu yang melibatkan Polres Kediri, TNI, Dinas Perhubungan, serta Satpol PP.
Petugas gabungan disiagakan untuk mengatur arus pengunjung, menjaga ketertiban, serta memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Selain itu, fasilitas layanan kesehatan juga disiapkan untuk mengantisipasi kondisi darurat bagi pengunjung.
“Kami juga siaga dalam hal kesehatan. Jika ada pengunjung yang membutuhkan bantuan, bisa langsung datang ke pos pengamanan,” jelas Gunawan.
Pihak pengelola turut mengimbau para wisatawan agar menjaga kebersihan dan mematuhi aturan yang berlaku selama berada di kawasan wisata.
Dengan meningkatnya jumlah pengunjung, kesadaran masyarakat dalam menjaga ketertiban diharapkan terus meningkat agar suasana wisata tetap aman dan nyaman bagi semua.
“Selamat berlibur dan tetap jaga kesehatan serta kebersihan agar semua pengunjung merasa nyaman,” pungkasnya.
(tribunmataraman.com)