4 Masalah Besar Inter Milan yang Bikin Kans Scudetto Terancam, Nerazzurri Kehabisan Bensin
Cornel Dimas Satrio March 24, 2026 12:14 AM

TRIBUNKALTARA.COM - Simak 4 masalah besar Inter Milan yang bikin kans Scudetto musim 2025/2026 terancam, Nerazzurri kehabisan bensin.

Hasil imbang 1-1 saat bertandang ke markas Fiorentina, membuat Inter Milan mulai terancam dalam perburuan Scudetto Liga Italia Serie A, Senin (23/3/2026).

Gol cepat Pio Esposito di babak pertama belum cukup untuk membantu Inter Milan kembali ke jalur kemenangan.

Justru klub berujulukan Nerazzurri itu kebobolan akibat kesalahan konyol, yang membuat Cher Ndour mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Hasil imbang ini telah mengerucutkan persaingan Scudetto menjadi lebih terbuka, lantaran AC Milan cuma tertinggal 6 poin, dan Napoli minus 7 angka dari Inter Milan.

Masih ada 8 pertandingan tersisa di Liga Italia Serie A, dengan penampilan buruk dalam 4 laga terakhir, menunjukkan tanda-tanda Inter Milan bakal dikudeta.

4 Masalah Besar Inter Milan

Inter sudah kehabisan bensin, lantaran dalam empat pertandingan beruntun lupa caranya menang.

Tiga kali bermain imbang dan satu kekalahan di Derby della Madonnina, telah menancapkan duri tersendiri di skuad asuhan Cristian Chivu.

Tetapi masalah terbesar sebenarnya sudah tercium sejak dikalahkan Bodo/Glimt dalam dua leg Liga Champions.

Kendati sempat bangkit di Liga Italia dengan kemenangan melawan Lecce dan Genoa, Inter Milan justru gagal menjaga ritme di empat pertandingan selanjutnya.

Semua hasil minor ini mengarah pada empat problem utama di tubuh Nerazzurri.

ILUSTRASI - Logo Inter Milan warna biru. (ARSIP - inter.it)
KEHABISAN BENSIN - Simak 4 masalah besar Inter Milan yang bikin kans Scudetto musim 2025/2026 terancam, Nerazzurri kehabisan bensin, Senin (23/3/2026). (ARSIP - inter.it)

Baca juga: Ini Penyebab Inter Milan Gagal Kalahkan Fiorentina di Liga Italia

Berikut 4 masalah besar Inter Milan yang bikin kans Scudetto terancam:

1. Kehilangan Etos Menang

Sejak melawan Como hingga Fiorentina, para pemain Inter Milan seperti kehilangan etos menang.

Meskipun menguasai jalannya pertandingan, tak ada serangan berbahaya yang mampu diciptakan Nerazzurri.

Nicolo Barella dkk lebih banyak menyamankan diri dengan passing dan berlari sia-sia.

Empat pertandingan beruntun tanpa kemenangan, jelas menjad fase terburuk Inter Milan musim ini di tangan Cristian Chivu.

Semua keunggulan yang melekat pada Inter Milan dalam membobol gawang lawan lewat set pieces, sepakan luar kotak penalti, dan umpan silang, mendadak hilang.

Sekarang justru lebih banyak kebingungan, baik dalam penempatan ruang maupun mengirim umpan.

Saat dalam situasi unggul, Inter Milan terlalu santai dan tak memperlihatkan tekad menggandakan skor.

Itu terlihat di laga melawan Atalanta dan Fiorentina, para pemain Inter seolah nyaman dengan keunggulan 1-0, hanya bermain aman menjaga area pertahanan.

Sejumlah peluang emas, justru mudah dilewatkan tanpa ada rasa penyesalan.

Akibatnya, lawan justru mudah menghukum kelengahan para pemain Inter Milan.

Baca juga: Update Klasemen Liga Italia 2026 Terbaru, Inter Milan Tertahan dan AS Roma Menang

2. Gugup di 30 Menit Akhir

Selain itu, para pemain Inter juga sering gugup di 30 menit akhir pertandingan.

Banyak kesalahan yang tidak perlu justru dilakukan Barella dkk di area pertahanan tersendiri.

Melawan Como, Inter beruntung gawang mereka terhindar dari kebobolan di semifinal Coppa Italia.

Sedangkan melawan Atalanta dan Fiorentina, berhasil menghukum keteledoran Inter di 30 menit akhir.

Gol penyeimbang Atalanta terlahir di menit 82, sedangkan Fiorentina menyamakan kedudukan menit 77.

Itu berarti, Inter kehilangan konsentrasi dan keseimbangan di menit-menit akhir.

Hal ini semakin nyata jika bertemu dengan tim yang kuat dalam serangan balik cepat.

Baca juga: Hasil Liga Italia, Inter Milan Beri Jalan AC Milan dan Napoli Rebut Scudetto

3. Kelelahan

Seharusnya Inter Milan bisa memanfaatkan situasi tersingkir dari Liga Champions, untuk mengembalikan kebugaran pemain.

Tapi faktanya, justru puncak kelelahan para pemain bintang Nerazzurri terjadi setelah terdepak dari Liga Champions.

Satu per satu pemain andalan Chivu naik ke meja perawatan, mulai dari Lautaro Martinez, Hakan Calhanoglu, Henrikh Mkhitaryan, dan Alessandro Bastoni.

Kondisi ini semakin diperparah dengan menurunnya stamina Piotr Zielinski dan Federico Dimarco yang dalam 4 pertandingan terakhir tampak kelelahan.

Jika situasi ini tak segera dievaluasi, maka pemain lainnya hanya tinggal menunggu waktu untuk terkapar.

Padahal, Inter membutuhkan full squad dalam menghadapi 8 pertandingan tersisa di Serie A.

4. Kehilangan Pemimpin

Sejak Lautaro Martinez cedera, Inter Milan terlihat kehilangan kepemimpinan di lapangan.

Nicolo Barella yang ditugaskan sebagai wakil kapten, tak menjalankan perannya dengan baik.

Malah gelandang asal Italia itu lebih banyak menjadi sumber masalah Inter.

Barella memang mencatat assist ke-7 musim ini dan assist ke-50 di Serie A, tetapi setiap ia dimainkan, Inter kehilangan nyawa permainan.

Laga melawan Fiorentina menjadi bukti Barella adalah biang kerok kegagalan Inter Milan menang.

Pemain bernomor punggung 23 itu memberikan bola percuma kepada Nicolo Fagioli yang berbuntut gol penyeimbang Fiorentina.

Tak cuma Nicolo Barella, kepemimpinan di lini depan juga berantakan karena Marcus Thuram gagal menggantikan peran Lautaro Martinez.

Hanya tiga gol yang dicetak Thuram di tahun 2026 ini, merupakan bukti nyata penurunan performa sang striker.

Beberapa kali peluang bagus didapat Marcus Thuram, tetapi ia selalu gagal mengonversi bola ke gawang.

Beduet dengan Pio Esposito, Marcus Thuram tak mampu menjadi pelengkap yang bagus sebagai bomber andalan Nerazzurri.

Sering kalah dalam duel, membuang kesempatan menembak, dan kehilangan bola dengan mudah, sudah melekat pada Marcus Thuram belakangan ini.

Keputusan tegas harus diambil Chivu, mencadangkan Marcus Thuram dan memilih alternatif lain untuk mendampingi Pio Esposito.

Mungkin Marcus Thuram lebih berguna dimainkan di babak kedua, seperti yang terjadi saat ia mencetak gol ke gawang Parma sebagai pemain pengganti.

(*)

(TribunKaltara.com / Cornel Dimas SK)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.