Puncak Arus Balik, Satlantas Polresta Pekanbaru Lakukan Rekayasa Lalu Lintas 
M Iqbal March 24, 2026 12:17 AM

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU- Puncak arus balik lebaran di Provinsi Riau diperkirakan mulai tanggal 24 Maret 2026. Rekayasa lalu lintas akan dilakukan oleh Satlantas Polresta Pekanbaru.

Penyebaran personel juga dilakukan di beberapa titik sebagai antisipasi perkiraan arus balik tersebut.

Kasatlantas Polresta Pekanbaru, AKP Satrio B.W Wicaksana, S.I.K., M mengatakan, arus balik diperkirakan pada tanggal 24 Maret 2026. 

Untuk mengantisipasi peningkatan arus kendaraan tersebut, pihaknya melakukan rekayasa arus lalu lintas.

"Rekayasa arus lalin nanti dipusatkan di sekitar Jalan Garuda Sakti, Tugu Songket, Simpang SKA dan tempat wisata lainnya," ungkap Satrio kepadabTribunpekanbaru.com, Senin (23/3/2026).

Ditambahkannya, terkait antisipasi arus balik tersebut, personel kemudian di sebar di empat pos pengamanan dan lokasi penting lainnya.

Sebelumnya Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muharman Arta mengatakan jika pengamanan dilakukan dengan penebalan personel.

Dikatakannya, untuk pengamanan di beberapa titik yang sudah dipetakan, telah didirikan pos pengamanan dan pelayanan.

Titik tersebut ada di Purna MTQ, dekat dengan pusat perbelanjaan Ramayana, kemudian di simpang Living World serta di persimpangan Garuda Sakti.

"Itu yang statis. Personel yang mobile juga terus siaga untuk antisipasi pengamanan," ungkap Kapolres.

Kapolresta mengatakan bahwa sudah tampak keramaian warga di pusat perbelanjaan. Pihaknya kemudian melakukan penambahan personel di pintun masuk dan keluar pusat keramaian.

BPRS Intensifkan Pos Pelayanan 

Sementara itu, Kepala Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BPRS) Pekanbaru, Bambang Armanto mengungkapkan perkiraan arus balik pada tanggal 27-28 Maret 2026.

Perkiraan tersebut sejalan dengan dimulainya aktivitas anak sekolah.

Kepada Tribun Pekanbaru.com, Senin (23/3/2026), Bambang mengatakan sejauh ini dinamika pelayanan di BPRS berjalan dengan baik dan lancar. 

Pihaknya jauh-jauh hari sudah melakukan persiapan termasuk dengan keberadaan posko pelayanan di area BPRS.

Penumpang akan dimudahkan dengan layanan yang diberikan termasuk dengan sumber informasi yang dibutuhkan.

"Alhamdulillah sejak puncak arus mudik pada tanggal 18 Maret 2026, pelayanan di BPRS berjalan dengan baik. Diperkirakan tanggal 27-28 jadi puncak arus balik," ungkapnya.

Dikatakan Bambang, pada puncak arus mudik lebaran 2026 yakni tanggal 18 Maret  total penumpang AKAP ,AKDP serta bus bus lintas sekira 4.140 penumpang.

Berikan Layanan Maksimal Pada Penumpang

Dikatakan Bambang, pihaknya terus melakukan perbaikan pada pelayanan di BPRS. Salah satunya dengan memanfaatkan posko pelayanan. 

Menurutnya, posko pelayanan tersebut menjadi sumber informasi dan pengaduan bagi penumpang. Petugas yang ada di lokasi akan memberikan layanan apapun yang bisa membantu penumpang.

"Jadi, sekecil apapun pengaduan akan ditanggapi dengan baik," terangnya.

Bambang juga menghimbau bagi pemudik untuk senantiasa menjaga kesehatan dan tetap perhatikan keselamatan. 

Terkhusus bagi sopir yang harus benar-benar memperhatikan keselamatan dalam perjalan pada penumpang.

"Satu lagi yang juga harus menjadi perhatian, beli tiket resmi pada armada yang resmi. Apalagi saat ini banyak penjualan tiket secara online. Lebih baik lakukan cek dan ricek agar perjalanan mudik dan balik berjalan dengan lancar dan aman," pungkas Bambang. 

ASN Masih WFA

Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Riau masih dalam masa libur lebaran. Libur lebaran dan cuti bersama yang panjang memberikan waktu bagi ASN untuk menikmati liburannya.

Untuk antisipasi puncak arus balik yang berkemungkinan tanggal 25-27 Maret, Sekdaprov Riau memberlakukan Work From Anywhere (WFA). Pemberlakuan tersebut sebagai antisipasi masa krusial arus balik yang akan ditempuh ASN usia libur dan cuti lebaran.

Dalam postingan di Instagram Sekdaprov Riau, disebutkan adanya Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 2 Tahun 2026 serta pengaturan teknis dari Kementerian Ketenagakerjaan. 

Langkah ini diambil sebagai strategi nasional untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas selama periode mudik dan balik Lebaran 2026.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, menegaskan bahwa WFA bukanlah libur tambahan maupun pemotongan cuti tahunan. 

Berdasarkan data tersebut, periode libur panjang menyambut Idulfitri 1447 Hijriah akan dimulai pada 18-19 Maret 2026 yang merupakan gabungan antara cuti bersama dan peringatan Hari Suci Nyepi. 

Momen ini menjadi titik awal bagi sebagian besar masyarakat untuk mulai melakukan perjalanan mudik menuju kampung halaman masing-masing setelah menyelesaikan masa WFA fase pertama.

Selanjutnya, pemerintah menetapkan tanggal 21-22 Maret 2026 sebagai hari libur nasional Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Libur tersebut kemudian disambung dengan cuti bersama Idulfitri yang jatuh pada tanggal 20, 23, dan 24 Maret 2026. 

Dengan rentetan jadwal tersebut, kebijakan WFA pada tanggal 25-27 Maret menjadi krusial untuk mencegah terjadinya puncak kemacetan arus balik yang ekstrem.

Pemprov Riau berharap dengan kombinasi kebijakan WFA dan pengaturan cuti bersama ini, para ASN dapat merayakan hari raya dengan tenang tanpa mengabaikan kewajiban profesionalnya. 

Pengawasan terhadap kinerja pegawai selama masa WFA akan tetap dilakukan secara digital melalui sistem pelaporan kinerja yang berlaku di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau guna menjamin akuntabilitas kerja. 

Guna menjamin roda pemerintahan tidak terhenti, Pemprov Riau menerapkan mekanisme pembagian tugas yang ketat di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

(Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.