Pemerintah Iran Bantah Dialog dengan Trump: Upaya Manipulasi
GH News March 24, 2026 06:08 AM
Jakarta -

Pemerintah Iran membantah berdialog dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Pemerintah Iran menegaskan itu sebagai upaya Trump memanipulasi pasar keuangan dan minyak.

Dilansir AFP, Selasa (24/3/2026), bantahan ini disampaikan oleh ketua parlemen Iran dan salah satu tokoh non-klerikal paling terkemuka di negara itu, Mohammad Bagher Ghalibaf. Ia mengatakan tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung dengan Trump.

"Trump berusaha untuk memanipulasi pasar keuangan dan minyak serta keluar dari rawa yang menjebak AS dan Israel," kata Ghalibaf.

Kemudian, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan bahwa pesan telah diterima dari "beberapa negara sahabat yang mengindikasikan permintaan AS untuk negosiasi yang bertujuan mengakhiri perang". Namun ia membantah bahwa pembicaraan semacam itu telah terjadi.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan telah berbicara dengan Trump dan mengakui bahwa AS berpikir kesepakatan mungkin terjadi, tetapi berjanji untuk terus menyerang Iran dan Lebanon untuk melindungi Israel.

"Trump percaya ada peluang untuk memanfaatkan pencapaian luar biasa IDF dan militer AS untuk mewujudkan tujuan perang dalam sebuah kesepakatan -- kesepakatan yang akan melindungi kepentingan vital kita," katanya.

"Pada saat yang sama, kami terus menyerang baik di Iran maupun di Lebanon," ucap dia.

Meskipun Oman menjadi mediator dalam pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran sebelum AS dan Israel melancarkan perang, Mesir, Qatar, dan Pakistan telah diusulkan sebagai perantara alternatif.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.